Kompas.com - 10/01/2022, 09:00 WIB
Ilustrasi tongue tie, penyebab cadel. SHUTTERSTOCK/Akkalak AiempraditIlustrasi tongue tie, penyebab cadel.

KOMPAS.com - Tongue-tie (ankyloglossia) adalah kondisi sejak lahir yang membatasi rentang gerak lidah.

Kondisi ini dapat mengganggu proses menyusui karena pita jaringan yang sangat pendek, tebal atau ketat, dan mengikat bagian bawah ujung lidah ke dasar mulut.

Tongue tie juga menyebabkan anak mengalami kesulitan menjulurkan lidah dan memengaruhi cara anak makan, berbicara , atau menelan.

Baca juga: Penyakit Kuning pada Bayi: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyebab

Menurut Mayo Clinic, pada umumnya, frenulum lingual terpisah sebelum lahir yang memungkinkan rentang gerak lidah menjadi bebas.

Kondisi tongue tie menyebabkan frenulum lingual tetap menempel pada bagian bawah lidah.

Alasan hal tersebut dapat terjadi sebagian besar tidak diketahui. Namun, beberapa kasus tongue tie telah dikaitkan dengan faktor genetik tertentu.

Faktor risiko

Meskipun tongue tie dapat terjadi pada siapa saja, faktor berikut dapat meningkatkan risiko kondisi ini, yaitu:

  • Anak laki-laki
  • Riwayat keluarga
  • Genetik.

Gejala

Berdasarkan Mayo Clinic, tanda dan gejala dari Tongue tie antara lain:

  • Kesulitan mengangkat lidah
  • Kesulitan menggerakkan lidah dari sisi ke sisi
  • Kesulitan menjulurkan lidah melewati gigi depan bawah
  • Lidah tampak berlekuk atau berbentuk hati saat menjulur.

Baca juga: Cara Menghilangkan Lidah Putih pada Bayi sesuai Penyebabnya

Diagnosis

Tongue tie biasanya didiagnosis selama pemeriksaan fisik.

Dokter juga dapat menggunakan alat skrining untuk menilai berbagai aspek penampilan lidah dan kemampuan bergerak pada bayi.

Perawatan

Melansir Medical News Today, perawatan untuk Tongue tie hanya diperlukan jika menyebabkan masalah pada bayi saat menyusui.

Jika diperlukan, dokter dapat melakukan pilihan perawatan sebagai berikut:

Perawatan untuk bayi

Perawatan dengan operasi sederhana untuk memotong frenulum.

Dokter akan memotong bagian kulit yang menghubungkan bagian bawah lidah ke bagian bawah mulut dengan prosedur yang cepat, sederhana, dan seringkali tanpa rasa sakit.

Bayi mungkin tidak memerlukan pereda nyeri apapun, karena prosedur ini umumnya tidak menyebabkan ketidaknyamanan.

Prosedur ini melepaskan lidah dan memungkinkannya untuk bergerak lebih bebas.

Perawatan untuk bayi di atas 6 bulan

Jika bayi berusia di atas 6 bulan, prosedur akan dilakukan dengan anestesi umum.

Diperlukan waktu hingga 10 hari agar lidah sembuh setelah operasi dan bayi mungkin mengalami beberapa ketidaknyamanan.

Baca juga: 5 Penyebab Masalah Lidah Sesuai Gejalanya

Pilihan perawatannya termasuk:

  • Operasi laser yang dilakukan dalam 2 hingga 3 menit dan sembuh dalam 2 jam tanpa memerlukan anestesi.
  • Elektrokauter, dilakukan untuk kasus yang ringan dan dapat dilakukan dengan menggunakan anestesi lokal.

Komplikasi 

Berdasarkan Mayo Clinic, diagnosis Tongue tie dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Memengaruhi perkembangan mulut bayi, serta cara makan, berbicara, dan menelan
  • Masalah menyusui
  • Kebersihan mulut yang buruk
  • Mengganggu aktivitas seperti menjilat es krim, menjilat bibir, atau memainkan alat musik tiup.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penebalan Dinding Rahim

Penebalan Dinding Rahim

Penyakit
6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

Health
Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.