Kompas.com - 04/02/2022, 22:00 WIB

KOMPAS.comMasturbasi adalah aktivitas seksual yang normal dan sehat dengan sedikit efek samping.

Masturbasi dilakukan ketika seorang individu merangsang alat kelamin mereka untuk kesenangan seksual.

Beberapa orang percaya bahwa masturbasi dapat menyebabkan disfungsi ereksi, tetapi apakah hal ini benar adanya?

Melansir dari Medical News Today, masturbasi dapat menyebabkan disfungsi ereksi merupakan sebuah mitos belaka.

Masturbasi adalah hal yang alami dan tidak mempengaruhi kualitas atau frekuensi ereksi.

Masturbasi bahkan memiliki manfaat kesehatan.

Baca juga: Masturbasi Bisa Pengaruhi Ukuran Penis, Mitos atau Fakta?

 

Menurut Planned Parenthood, masturbasi dapat membantu melepaskan ketegangan, mengurangi stres, dan membantu tidur.

Seseorang mungkin tidak bisa ereksi segera setelah masturbasi.

Kondisi ini disebut periode refrakter pria dan tidak sama dengan disfungsi ereksi.

Masa refrakter pria adalah masa pemulihan sebelum pria bisa ereksi lagi setelah ejakulasi.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.