Kompas.com - 08/03/2022, 18:01 WIB

Apa bahaya obesitas sentral?

Dilansir dari Harvard Health Publishing, tubuh memiliki dua jenis lemak, yakni lemak subkutan yang terletak di bawah kulit dan lemak visceral yang terletak di sekitar organ dalam.

Bahaya obesitas sentral yang perlu diwaspadai adalah keberadaan lemak visceral yang menumpuk di perut.

Tidak seperti lemak subkutan, sel-sel lemak visceral dapat melepaskan produk metabolismenya langsung ke organ vital.

Dampaknya, penumpukan lemak bisa terjadi di hati atau lever, pankreas, jantung, dan organ lainnya.

Akumulasi asam lemak di sel tubuh yang tidak dirancang khusus untuk menampung lemak ini bisa menyebabkan gangguan organ, seperti:

  • Meningkatkan risiko gagal hati, gagal jantung, gagal pankreas, dll.
  • Mengganggu kinerja insulin
  • Meningkatkan risiko penyakit diabetes
  • Meningkatkan risiko penyakit kolesterol tinggi
  • Menurunkan fungsi jantung atau memicu penyakit jantung

Mengingat beberapa bahaya obesitas sentral, ada baiknya Anda yang punya perut buncit berlebihan untuk waspada.

Baca juga: 6 Variasi Olahraga untuk Mengecilkan Perut Buncit

Cara mengatasi obesitas sentral

Cara terbaik mengatasi obesitas sentral adalah mengontrol berat badan ke rentang yang ideal.

Beberapa caranya yakni menjaga pola makan sehat, aktif bergerak, dan rutin berolahraga setidaknya seminggu dua kali.

Perlu diketahui, ketika menurunkan berat badan, Anda tidak bisa memilih untuk memangkas lemak di salah satu bagian tubuh.

Bisa saja lemak di paha atau pinggul berkurang drastis, tapi tumpukan lemak penyebab perut buncit hanya berkurang sedikit.

Meskipun begitu, setiap penurunan lingkar perut berdampak signifikan pada penurunan risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung.

Jika perubahan gaya hidup sehat tidak cukup mengatasi obesitas sentral, Anda perlu berkonsultasi ke dokter agar diresepkan obat dan saran medis tepat sesuai kondisi tubuh.

Baca juga: 8 Kebiasaan Buruk Penyebab Perut Buncit

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.