Kompas.com - 28/05/2022, 08:00 WIB

Peningkatan risiko penyakit jantung ini mungkin disebabkan oleh peningkatan tekanan darah dan kadar hormon stres, bersamaan dengan gangguan tidur.

2. Migrain

Mengutip WebMD, Anda lebih mungkin mengalami stroke, nyeri dada, dan serangan jantung ketika Anda mengalami migrain, terutama dengan aura.

Aura itu adalah serangkaian gangguan sensorik.

Jika penyakit jantung turun-temurun dalam keluarga atau Anda pernah mengalami masalah jantung atau stroke, Anda mungkin perlu menghindari minum obat yang disebut triptans untuk migrain.

Sebab, obat tersebut mempersempit pembuluh darah Anda.

Disarankan untuk berkonsultasi ke dokter tentang cara terbaik mengontrol dan mengobati sakit kepala Anda.

Baca juga: Ciri-ciri Jantung Sehat yang Perlu Diperhatikan

3. Pesimisme

Mengutip British Heart Foundation, beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara optimisme dan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.

Sehingga, pesimisme terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Sebagian penyebab orang pesimis berisiko penyakit jantung tampaknya terkait dengan:

  • Merokok
  • Kolesterol tinggi
  • Diabetes
  • Depresi.

Sebuah studi dari University College London, yang diterbitkan dalam jurnal Psychosomatic Medicine pada April 2015 melihat efek optimisme pada pemulihan setelah serangan jantung.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.