Kompas.com - 30/07/2022, 15:00 WIB

Masalah ini sangat berkaitan erat dengan masalah toxic masculinity yang membuat pria merasa bahwa dirinya kuat dan tidak ingin menunjukkan kelemahannya kepada siapapun, termasuk kepada dokternya.

Baca juga: Apa Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental?

Wanita biasanya lebih senang mengungkapkan perasaannya kepada teman atau keluarga, namun pria biasanya tidak senang melakukannya.

Perilaku ini dianggap tabu di dalam masyarakat sehingga para pria sering tidak jujur dengan masalah kesehatan yang dideritanya.

Bahkan, menurut Cleveland Clinic, 65 persen pria yang berpartisipasi dalam kampanye MENtion It pada tahun 2019 mengakui bahwa mereka menunda untuk pergi ke dokter kecuali memang memiliki sakit yang parah.

Toxic masculinity mengganggu kesehatan mental

Kaitan antara toxic masculinity dengan kesehatan mental ternyata sangatlah kuat karena menurut Healthline, masalah ini bisa dikaitkan dengan sindrom superhero.

Sindrom superhero sendiri adalah sindrom yang membuat seseorang merasa bahwa kelemahan adalah suatu hal yang menyedihkan dan memalukan.

Dr. Tisha Rowe kepada Healthline mengatakan bahwa sindrom superhero ini menjadi sumber dari beberapa masalah kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan disfungsi ereksi.

Baca juga: Disfungsi Ereksi

Menurut penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Sarjana Psikologi Universitas Udayana yang terbit di Jurnal Psikologi Udayana pada tahun 2016, menunjukkan bahwa angka percobaan bunuh diri pada pria dewasa muda di Bali cukup tinggi.

Dari penelitian tersebut, diketahui juga bahwa percobaan bunuh diri yang dilakukan salah satunya disebabkan oleh ketidakmampuan responden untuk mengungkapkan perasaan frustasinya.

Anggapan bahwa pria adalah makhluk yang kuat membaut percobaan bunuh diri yang dilakukannya dianggap sebagai kesalahan orang lain sehingga dirinya tidak terlihat lemah.

Karena bisa menyebabkan angka kematian meningkat, maka konsep toxic masculinity harus dihilangkan dan dorongan untuk melakukan self-care juga perlu ditingkatkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.