Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Vidi Aldiano Akan Berhenti Kemoterapi karena Efek Sampingnya, Apa Itu?

Kompas.com - 15/02/2025, 09:00 WIB
Shintaloka Pradita Sicca

Penulis

KOMPAS.com - Penyanyi Vidi Aldiano mempertimbangkan untuk berhenti kemoterapi dalam pengobatan kanker ginjal yang diidapnya.

Rencana itu disampaikan oleh pria 34 tahun ini di akun Instagram @vidialdiano pada Kamis (13/2/2025).

Vidi mengatakan bahwa kemoterapi untuk pengobatannya kemungkinan akan dihentikan karena mengurangi risiko efek samping yang mungkin muncul.

Pada tahun ini, menandai Vidi sudah lima tahun lebih dirinya berjuang melawan kanker sejak didiagnosis pada Desember 2019.

"Di 2025 ini, ada kemungkinan gue juga udah harus stop kemo gua, karena its too been long, dan kalau pun gue lanjutkan akan ada side effect yang lebih parah di badan gua," kata Vidi dalam video tersebut.

Lalu, apa efek samping dari kemoterapi? Pertanyaan ini mungkin yang kemudian akan muncul.

Dari apa yang disampaikan oleh Vidi, kita bisa belajar lebih tentang efek samping kemoterapi. Baca terus artikel ini yang akan mengulasnya.

Baca juga: 5 Tahun Berjuang Lawan Kanker, Vidi Aldiano Akui Stres

Apa itu kemoterapi?

Dikutip dari Canadian Cancer Society, kemoterapi adalah metode pengobatan kanker yang menggunakan obat untuk membunuh sel yang tumbuh cepat.

Sel-sel kanker tumbuh dan membelah jauh lebih cepat daripada kebanyakan sel-sel normal dalam tubuh.

Sel-sel kanker tidak memiliki kemampuan yang sama seperti sel-sel normal untuk memperbaiki diri, itulah sebabnya kemoterapi bisa efektif menghancurkannya.

Namun, beberapa sel normal tubuh juga tumbuh dan membelah dengan cepat, seperti sel-sel yang melapisi sistem pencernaan dan folikel rambut.

Oleh karena itu, kemoterapi bisa merusak sel-sel normal tersebut bersama dengan sel-sel kanker.

Kerusakan pada sel-sel normal menyebabkan efek samping.

Baca juga: Dari Kisah Vidi Aldiano, Kenali Hubungan Kanker dan Stres

Apa efek samping kemoterapi?

Dikutip dari Cleveland Clinic, efek saming kemoterapi bisa meliputi:

  • Kelelahan

Kelelahan merupakan efek samping kemoterapi yang paling umum.

Kemoterapi dapat menyebabkan jumlah darah rendah (anemia), yang menyebabkan rasa lelah.

  • Rambut rontok

Rambut biasanya mulai rontok dalam tiga minggu pertama setelah memulai kemoterapi.

  • Perubahan kulit

Iritasi kulit juga bisa terjadi sebagai efek samping kemoterapi.

Kulit penderita kanker juga bisa lebih sensitif terhadap sinar matahari, sehingga meningkatkan risiko kebakar matahari.

  • Mual dan muntah

Mual dan muntah akibat kemoterapi memengaruhi hingga 80 persen orang yang menjalani kemoterapi.

  • Perubahan kebiasaan buang air besar

Kemoterapi dapat menyebabkan sembelit dan diare.

Beberapa orang menjadi tidak toleran terhadap laktosa untuk sementara waktu selama kemoterapi.

Baca juga: Studi: Vitamin D Redakan Neuropati Perifer Akibat Kemoterapi

  • Kehilangan selera makan

Efek samping kemoterapi bisa mengubah indra perasa, sehingga membuat penderita kanker tidak ingin makan. Semua makanan mungkin terasa pahit seperti logam.

  • Kesulitan makan

Penderita kanker bisa semakin kehilangan nafsu makan karena sariawan dan sakit tenggorokan sebagai efek samping kemoterapi.

  • Masalah kandung kemih dan ginjal

Beberapa obat kemoterapi dapat membuat penderita kanker sulit buang air kecil atau mengosongkan kandung kemih.

Penderita kanker mungkin juga merasakan nyeri atau sensasi terbakar saat kencing, ingin kencing terus-menerus, atau kencing menetes tanpa terkontrol (inkontinensia urine).

  • Sistem kekebalan tubuh yang melemah

Obat kemoterapi menurunkan jumlah sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh.

Hal itu meningkatkan risiko penderita kanker untuk jatuh sakit.

Orang yang menjalani kemoterapi sangat berisiko mengalami neutropenia, kondisi yang melibatkan rendahnya jumlah sel yang membantu melawan infeksi.

Baca juga: Apa yang Dirasakan Orang yang Menjalani Kemoterapi?

  • Memar dan pendarahan

Kemoterapi dapat menurunkan jumlah trombosit dalam tubuh.

Trombosit rendah (trombositopenia) dapat menyebabkan luka berdarah lebih banyak dari yang diperkirakan.

Efek samping kemoterapi ini bisa membuat penderita kanker lebih mudah memar atau melihat bintik-bintik merah kecil pendarahan di bawah kulit (petekie).

  • Neuropati perifer

Neuropati perifer akibat kemoterapi dapat membuat bagian tubuh (biasanya tangan dan kaki) penderita kanker terasa nyeri, mati rasa, atau geli (seperti tertusuk jarum).

Mereka mungkin merasa kesulitan untuk mengoordinasikan otot-otot mereka.

  • Kesulitan berpikir dan mengingat

Efek samping kemoterapi bisa membuat otak berpikir tidak sejelas biasanya.

Beberapa orang yang menjalani kemoterapi mengalami masalah dengan ingatan, terutama ingatan jangka pendek.

  • Masalah seks dan kesuburan

Kemoterapi dapat menurunkan kadar estrogen dan testosteron.

Hal ini dapat memengaruhi dorongan seks dan kemampuan penderita kanker untuk memiliki anak. Hal ini dapat menyebabkan menopause dini.

Bahkan, beberapa obat kemoterapi yang diterima oleh pasien (wanita maupun pria) dapat membahayakan janin, jika penderita hamil atau menghamili seseorang selama perawatan ini.

Demikianlah sejumlah efek samping kemoterapi yang bisa dialami oleh penderita kanker.

Baca juga: 4 Nutrisi untuk Penderita Kanker Selama Kemoterapi

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
China Minta AS Cabut Perintah Terkait Minyak Asal Venezuela
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau