Obat kemoterapi menurunkan jumlah sel darah putih. Oleh karena itu, efek samping kemoterapi yang umum adalah melemahnya sistem kekebalan tubuh.
Baca juga: 4 Nutrisi untuk Penderita Kanker Selama Kemoterapi
Kemoterapi dapat menurunkan jumlah trombosit Anda. Trombosit rendah (trombositopenia) dapat menyebabkan penderita kanker sering mengakami luka berdarah.
Mereka juga lebih mudah memar atau melihat bintik-bintik merah kecil pendarahan di bawah kulit (petekie).
Neuropati perifer akibat kemoterapi dapat membuat bagian tubuh (biasanya tangan dan kaki) terasa nyeri, mati rasa, atau sensasi seperti tertusuk jarum.
Penderita kanker mungkin merasa kesulitan untuk mengoordinasikan otot-otot mereka.
Efek samping kemoterapi bisa juga menyebabkan pasien sulit berpikir sejelas biasanya.
Beberapa orang yang menjalani kemoterapi mengalami masalah dengan ingatan, terutama ingatan jangka pendek.
Kemoterapi dapat menurunkan kadar estrogen dan testosteron.
Hal itu membuat penderita kanker bisa mengalami penurunan dorongan seks dan kesulitan memiliki anak sebagai efek samping kemoterapi.
Beberapa obat kemoterapi dapat membahayakan janin.
Selain itu, mereka juga bisa mengalami menopause dini.
Demikianlah sejumlah efek samping yang bisa muncul dari kemoterapi untuk mengobati kanker.
Biasanya, dokter bisa memberikan saran tentang apa yang perlu dilakukan pasien untuk mengatasi efek samping yang dialami.
Baca juga: 8 Makanan Terbaik Selama Kemoterapi untuk Penderita Kanker
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.