Gula tambahan pada makanan dan minuman umumnya memiliki kandungan fruktosa yang tinggi sehingga bisa berdampak negatif pada kesehatan organ hati, atau liver.
Fruktosa yang dipecah di dalam liver akan diubah menjadi lemak dan menyebabkan beberapa masalah kesehatan, seperti penyakit hati berlemak non-alkoholik (NAFLD) dan non-alcoholic steatohepatitis (NASH).
Ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman manis secara berlebihan, kelebihan insulin di dalam aliran darah dapat berdampak negatif pada arteri di seluruh tubuh.
Kondisi ini akan membuat dinding arteri mengalami inflamasi, menebal dan menjadi kaku, sehingga akan memicu penyakit jantung, seperti gagal jantung, serangan jantung, dan stroke.
Konsumsi gula secara berlebihan bisa membuat tubuh tidak bisa merespons insulin dengan baik. Kondisi ini akan membuat pankreas memproduksi lebih banyak insulin.
Lambat laun, pankreas akan berhenti bekerja dan kadar gula darah dapat meningkat sehingga risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung juga meningkat.
Orang-orang dengan diabetes memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kerusakan ginjal.
Ketika kadar gula darah mencapai titik tertentu, ginjal akan mulai mengeluarkan kelebihan gula melalui urine. Jika tidak segera diatasi, diabetes dapat merusak ginjal sehingga fungsinya terganggu.
Semakin banyak gula yang dikonsumsi, maka berat badan akan semakin bertambah.
Bahkan, salah satu studi menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan berat badan sebanyak sekitar 1 kilogram dalam waktu kurang dari 2 bulan.
Memahami apa yang terjadi jika tubuh kebanyakan gula sangatlah penting sehingga Anda bisa membatasi konsumsi makanan dan minuman manis jika diperlukan.
Adapun konsumsi gula harian yang disarankan adalah tidak lebih dari 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan gula pada orang dewasa.
Jumlah ini bisa berbeda-beda tergantung dari kondisi tubuh dan masalah kesehatan yang dimiliki oleh seseorang.
Baca juga: Apa Penyebab Utama Gula Darah Naik? Berikut 10 Daftarnya…
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.