KOMPAS.com - Kecemasan dapat terjadi ketika seseorang takut bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi.
Merangkum dari Medical News Today, kondisi ini merupakan istilah non-medis yang mengacu pada perasaan takut atau khawatir yang sering berhubungan dengan masalah atau perhatian tertentu.
Kecemasan telah dikaitkan dengan stres.
Selain perasaan takut dan khawatir, sering kali melibatkan gejala fisik, seperti ketegangan otot.
Berbeda dengan serangan panik, kecemasan sering berhubungan dengan peristiwa atau situasi tertentu meskipun hal ini tidak selalu terjadi.
Baca juga: Dampak Perselingkuhan bagi Kesehatan Mental
Sementara itu, serangan panik dapat terjadi tanpa pemicu yang dapat ditentukan dan gejalanya jauh lebih parah daripada gejala kecemasan.
Namun, jika tingkat stres dan kecemasan berlanjut untuk waktu yang lama, masalah lebih lanjut dapat berkembang.
Secara umum, gejala kecemasan dibagi menjadi dua, yakni gejala mental dan gejala fisik.
Berikut ini beberapa gejala mental yang mungkin muncul saat seseorang mengalami kecemasan.
Baca juga: 5 Kata Toxic Positivy yang Berbahaya untuk Kesehatan Mental
Di samping itu, berikut ini beberapa gejala fisik yang biasanya muncul.
Tidak setiap kasus kecemasan akan mencakup semua gejala ini.
Kecemasan bisa ringan, sedang, atau berat, tergantung pada pemicunya dan bagaimana orang tersebut bereaksi terhadapnya.
Menghadapi pemeriksaan, misalnya, beberapa orang mungkin merasa agak khawatir, sementara yang lain mungkin mengalami semua gejala di atas.
Biasanya, ketika bahaya yang dirasakan berlalu, gejalanya hilang.
Kecemasan yang berlangsung lama atau dipicu oleh peristiwa tertentu mungkin merupakan tanda gangguan lain, seperti gangguan kecemasan sosial.
Baca juga: Gangguan Kesehatan Mental Pascamelahirkan Sering Intai Banyak Wanita