Kompas.com - 27/08/2021, 11:00 WIB
Ilustrasi kolesterol tinggi.
SHUTTERSTOCK/NELZAJAMALIlustrasi kolesterol tinggi.
Dokter Hardja Widjaja
Divalidasi oleh:
Dokter Hardja Widjaja

Dokter di Medical Center Kompas Gramedia

KOMPAS.com - Kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat menyebabkan timbunan lemak di dalam darah, yang meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.

Kolesterol tinggi adalah kondisi ketika kadar kolesterol di dalam darah melebihi batas normal.

Mengutip WebMD, kondisi ini tidak memiliki gejala. Sehingga, seringkali tidak disadari oleh penderitanya.

Padahal, memiliki kolesterol tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan menjadi salah satu penyebab utama kematian.

Baca juga: Mengapa Kolesterol Tinggi Perlu Diwaspadai?

Penyebab

Umumnya, kolesterol tinggi dapat terjadi akibat gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, atau makanan berlemak secara berlebihan.

Berikut beberapa hal yang dapat menjadikan kadar kolesterol Anda tinggi, menurut Mayo Clinic:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Pola makan tidak sehat
  • Genetik atau riwayat keluarga
  • Memiliki kondisi medis tertentu, seperti diabetes, obesitas, HIV, lupus, hipotiroidisme, atau penyakit ginjal
  • Efek samping pengobatan

Faktor Risiko

Berdasarkan Mayo Clinic, berikut faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko kadar kolesterol tinggi, meliputi:

  • Pola makan yang buruk
    Makan terlalu banyak lemak jenuh atau lemak trans dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol yang tidak sehat. Sering ditemukan dalam makanan kemasan, daging, dan susu
  • Kegemukan
    Memiliki indeks massa tubuh berlebih meningkatkan risiko kolesterol tinggi
  • Kurang olahraga
    Olahraga membantu meningkatkan kolesterol baik dalam tubuh Anda
  • Merokok dan minum alkohol
    Menurunkan kadar kolesterol baik dan meningkatkan kadar kolesterol jahat
  • Usia
    Kadar kolesterol tinggi dapat terjadi pada segala usia, namun kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dewasa di atas 40 tahun. Hal ini dikarenakan, fungsi hati untuk menghilangkan kolesterol mulai menurun seiring bertambahnya usia

Baca juga: Alasan Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Jantung

Komplikasi

Kolesterol tinggi dapat menyebabkan akumulasi berbahaya karena mengurangi aliran darah melalui arteri Anda.

Berikut komplikasi yang dapat terjadi akibat kolesterol yang tinggi, berdasarkan Mayo Clinic, antara lain:

  • Sakit dada
    Jika arteri yang memasok darah ke jantung terpengaruh kadar kolesterol, Anda dapat mengalami nyeri dada dan gejala penyakit arteri koroner lainnya
  • Serangan jantung
    Jika aliran darah ke bagian jantung berhenti karena terhalang gumpalan, Anda akan mengalami serangan jantung
  • Stroke
    Mirip dengan serangan jantung, stroke terjadi ketika gumpalan darah menghalangi aliran darah ke bagian otak Anda
  • Penyakit ginjal kronis
  • Tekanan darah tinggi (Hipertensi)

Diagnosis

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kolesterol tinggi merupakan kondisi yang tidak bergejala.

Sehingga, cara untuk mengetahui apakah Anda menderita kolesterol tinggi atau tidak adalah dengan menjalani tes pemeriksaan kadar kolesterol ke dokter.

Baca juga: 9 Makanan yang Perlu Dihindari Penderita Kolesterol Tinggi

Melansir Healthline, untuk mengukur kadar kolesterol Anda, dokter akan menggunakan tes darah sederhana.

Metode ini dikenal sebagai panel lipid yang digunakan untuk menilai kadar kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL, dan trigliserida atau sejenis lemak dalam darah Anda.

Untuk mempersiapkan tes ini, Anda mungkin akan diminta untuk menghindari makan atau minum yang berkalori selama 12 jam sebelumnya.

Pencegahan

Perubahan gaya hidup dan pola makan sehat menjadi hal utama untuk melawan kolesterol tinggi, bahkan dapat mencegah kondisi ini sejak awal.

Berdasarkan Mayo Clinic, berikut cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi atau mencegah memiliki kolesterol tinggi, yaitu:

  • Makan buah-buahan, sayuran dan biji-bijian
  • Membatasi konsumsi daging merah, kuning telur, dan produk susu tinggi lemak
  • Hindari konsumsi makanan cepat saji dan makanan yang digoreng
  • Menurunkan berat badan dan mempertahankan berat badan yang sehat
  • Berhenti merokok
  • Olahraga teratur
  • Minum alkohol secukupnya
  • Kelola stres

Baca juga: 6 Minuman Penurun Kolesterol

Perawatan

Tetapi, jika setelah melakukan perubahan gaya hidup dan kadar kolesterol Anda tetap tinggi, dokter mungkin akan merekomendasikan pemberian obat penurun lemak darah.

Berikut beberapa obat penurun kolesterol yang mungkin diresepkan dokter, seperti:

  • Obat golongan statin (atorvastatin dan simvastatin)
    Memblokir zat yang dibutuhkan hati Anda untuk membuat kolesterol. Hal ini menyebabkan hati untuk menghilangkan kolesterol dari darah
  • Obat penghambat penyerapan kolesterol (ezetimibe)
    Membantu mengurangi kolesterol darah dengan membatasi penyerapan kolesterol makanan
  • Obat pengikat asam empedu (cholestyramine)
    Mendorong hati untuk menggunakan kelebihan kolesterol untuk membuat lebih banyak asam empedu, yang mengurangi tingkat kolesterol dalam darah
  • Obat penurun trigliserida (fenofibrate dan niacin)

Selain itu, dokter juga akan melakukan penanganan pada penyakit Anda yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kolesterol tinggi.

Penting bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan kadar kolesterol secara berkala agar dapat menghindari komplikasi kesehatan yang serius.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
Keseleo

Keseleo

Penyakit
6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

Health
11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

Health
12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

Health
Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Health
Infeksi Payudara

Infeksi Payudara

Penyakit
Gejalanya Mirip, Ini Beda Gangguan Kepribadian Ambang dan Bipolar

Gejalanya Mirip, Ini Beda Gangguan Kepribadian Ambang dan Bipolar

Health
Sindrom Brugada

Sindrom Brugada

Penyakit
8 Penyebab Mata Gatal di Malam Hari

8 Penyebab Mata Gatal di Malam Hari

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.