Kompas.com - 17/10/2021, 12:00 WIB
Ilustrasi susu Unsplash/Nikolai ChernichenkoIlustrasi susu

KOMPAS.com - Intoleransi laktosa merupakan gangguan pencernaan akibat tubuh tidak dapat mencerna laktosa atau gula yang ditemukan dalam susu dengan baik.

Kondisi ini menyebabkan sistem pencernaan tidak dapat menghasilkan enzim alami bernama laktase yang berfungsi untuk mengubah laktosa menjadi sumber energi.

Baca juga: Apa Beda Gejala Intoleransi Laktosa dan Alergi Susu?

Penyebab

Melansir Medical News Today, laktase adalah enzim yang diproduksi oleh usus kecil.

Enzim ini digunakan untuk mencerna laktosa menjadi komponen galaktosa dan glukosa, yang kemudian diserap ke dalam aliran darah menjadi sumber energi.

Jika kadar laktase seseorang rendah, laktosa tidak dapat diserap ke dalam darah dan justru akan bergerak ke usus bsar yang menciptakan lebih banyak gas.

Hal tersebut yang menyebabkan penderita merasakan ketidaknyamanan, gangguan pencernaan, dan gejala lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jenis

Mengutip Healthline, terdapat beberapa jenis intoleransi laktosa yang dibedakan berdasarkan penyebabnya, seperti:

  • Defisiensi laktase primer, merupakan jenis intoleransi laktosa umum yang terjadi ketika bayi beradaptasi dari susu ke makanan padat
  • Defisiensi laktase kongenital, dilahirkan dengan mutasi genetik mengakibatkan produksi laktase yang sangat sedikit atau tidak ada sama sekali
  • Defisiensi laktase familial, ketika seseorang menghasilkan cukup laktase, tetapi tidak dapat mencerna laktosa untuk diserap ke dalam aliran darah

Pada beberapa kasus, kadar laktase dapat turun sejak usia dini dengan gejala yang baru muncul saat anak sudah lebih besar atau menjadi orang dewasa.

Gejala

Pada umumnya, gejala kondisi ini akan muncul setelah Anda mengonsumsi susu atau produk olahan susu lainnya yang mengandung laktosa.

Baca juga: Tanda-Tanda Intoleransi Laktosa yang Harus Diwaspadai

Gejala dapat berkisar dari ketidaknyamanan ringan hingga reaksi parah tergantung dengan tingkat toleransi yang dimiliki dan jumlah laktosa yang dikonsumsi.

Berdasarkan Medical News Today, gejala intoleransi laktosa yang dapat terjadi meliputi:

  • Perut kembung
  • Sakit perut dan kram
  • Mual
  • Diare
  • Bersendawa
  • Sering buang angin

Diagnosis

Menurut Healthline, terdapat jenis-jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis intoleransi laktosa Anda, meliputi:

  • Tes darah, mengukur reaksi tubuh terhadap cairan yang mengandung kadar laktosa tinggi
  • Tes napas hidrogen, mengukur jumlah hidrogen dalam napas setelah mengonsumsi minuman dengan kadar laktosa tinggi
  • Tes keasaman tinja, umumnya digunakan pada bayi dan anak-anak untuk mengukur jumlah asam laktat dalam sampel tinja

Perawatan

Pada dasarnya, belum ditemukan perawatan yang dapat meningkatkan produksi laktase dalam tubuh untuk mengatasi kondisi ini.

Baca juga: Alergi Susu

Oleh karena itu, perawatan untuk intoleransi laktosa adalah dengan melibatkan pengurangan atau menghilangkan produk susu sepenuhnya dari makanan.

Dilansir dari Healthline, berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menangani intoleransi laktosa Anda di bawah pengawasan dokter, yaitu:

  • Menambahkan suplemen laktase pada makanan atau minuman yang ingin dikonsumsi untuk membantu tubuh beradaptasi dalam mencerna laktosa
  • Mengonsumsi susu yang terbuat dari kedelai, gandum, atau kacang almond
  • Obat probiotik yang dapat mengatasi gangguan pencernaan dan membantu tubuh mencerna laktosa
  • Suplemen kalsium agar tubuh tidak kekurangan nutrisi yang terdapat dalam susu

Selain itu, Anda harus memeriksa label makanan dengan cermat dan hati-hati untuk menghindari gejala intoleransi laktosa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

Health
Seasonal Affective Disorder (SAD)

Seasonal Affective Disorder (SAD)

Penyakit
7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Batu Ginjal

Batu Ginjal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.