Kompas.com - 21/10/2021, 18:00 WIB
ilustrasi skizofrenia ilustrasi skizofrenia

KOMPAS.com - Skizofrenia paranoid ditandai dengan gejala skizofrenia yang dominan positif, termasuk delusi dan halusinasi.

Gejala yang timbul mengaburkan batasan antara apa yang nyata dan yang tidak sehingga sulit bagi penderitanya menjalani kehidupan biasa.

Delusi paranoid dapat menyebabkan seseorang merasa ada orang lain yang mengawasi atau mencoba menyakiti mereka.

Baca juga: Gejala Skizofrenia pada Anak, Berbeda dari Orang Dewasa

Orang dengan delusi paranoid juga dapat percaya bahwa media seperti televisi atau internet mengirimi pesan khusus.

Perasaan dan keyakinan ini dapat menyebabkan ketakutan dan kecemasan yang parah, mengganggu kehidupan sehari-hari, dan membatasi kemampuan seseorang untuk berpartisipasi dalam pekerjaan dan hubungan, termasuk keluarga.

Melansir medical news today, studi menunjukkan bahwa hampir 50 persen orang dengan skizofrenia mengalami paranoia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada tahun 2013, American Psychiatric Association mengklaim bahwa paranoia merupakan salah satu gejala positif skizofrenia dan bukan kondisi diagnostik yang terpisah.

Hal ini menyebabkan nama gangguan ini berubah menjadi hanya skizofrenia (dulu disebut skizofrenia paranoid).

Namun, masyarakat telah akrab dengan istilah skizofrenia paranoid karena telah digunakan selama beberapa dekade.

Gejala

Beberapa gejala yang dapat timbul bagi orang dengan skizofrenia paranoid, yaitu:

  • delusi
  • halusinasi
  • bicara tidak teratur
  • gejala negatif
  • pikiran bunuh diri.

Beberapa tanda paranoid dapat menyerupai:

Baca juga: Skizofrenia

  • merasa seorang rekan kerja sedang mencoba menyakiti, seperti meracuni makanan
  • merasa pasangan atau kekasih selingkuh
  • merasa dimata-matai pemerintah
  • merasa orang-orang di sekitar sedang berencana untuk melecehkan.

Kekhawatiran berlebihan akibat paranoid dapat menyebabkan masalah dalam menjalin relasi dengan orang lain. Penderita skizofrenia paranoid cenderung untuk tinggal sendiri dan tidak keluar.

Gejala Negatif

Gejala negatif skizofrenia dapat memengaruhi emosi, perilaku, dan kemampuan khas seseorang.

Gejala-gejala yang dimaksud, berupa:

  • pemikiran atau ucapan yang tidak teratur, penderita cenderung mengubah topik dengan cepat saat berbicara atau menggunakan kata dan frasa yang dibuat-buat
  • kesulitan mengendalikan impuls
  • tanggapan emosional yang aneh terhadap situasi
  • kurangnya emosi atau ekspresi
  • kehilangan minat atau kegembiraan untuk hidup
  • isolasi sosial
  • kesulitan mengalami kesenangan
  • kesulitan memulai atau menindaklanjuti rencana
  • kesulitan menyelesaikan aktivitas normal sehari-hari

Penyebab

Belum diketahui secara pasti penyebab dari skizofrenia paranoid. Penyakit skizofrenia sendiri bersifat genetik sehingga dapat menurun dalam keluarga.

Baca juga: 7 Cara Jaga Kesehatan Mental Anak di Masa Pandemi

Namun, tidak semua anggota keluarga yang menderita skizofrenia akan mengalami gangguan tersebut. Sama halnya orang dengan skizofrenia belum tentu mengalami paranoia.

Faktor risiko lain dapat meliputi:

  • kelainan otak
  • pelecehan masa kecil
  • kadar oksigen rendah saat lahir
  • perpisahan atau kehilangan orang tua di usia muda

Diagnosis

Dibutuhkan serangkaian tes dan pemeriksaan dalam mendiagnosis skizofrenia. Dokter akan mengevaluasi:

  • kerja darah dan hasil tes medis lainnya
  • riwayat kesehatan pribadi dan keluarga
  • tes pencitraan otak (CT Scan atau MRI)

Dokter juga akan memesan evaluasi psikiatri.

Seseorang yang telah mengalami dua gejala utama dalam selama sekitar sebulan mungkin dapat didagnosis dengan skizofrenia paranoid.

Khususnya, jika gejala sudah cukup parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Perawatan

Untuk penanganan skizofrenia, obat yang paling sering diberikan oleh dokter adalah obat antipsikotik.

Baca juga: Kenali Apa itu Body Shaming dan Efek Buruknya Pada Kesehatan Mental

Obat antipsikotik dapat berupa pil, patch, atau suntikan.

Suntikan jangka panjang digunakan untuk menangani pasien yang tidak minum obat secara teratur (disebut dengan ketidakpatuhan pengobatan).

Hal ini dapat disebabkan salah satu gejala yang dapat timbul bagi penderita umum skizofrenia, yaitu anosognosia.

Anosognosia adalah ketidaksadaran atau kurangnya wawasan seorang terhadap adanya gangguan.

Artinya, penderita skizofrenia bisa jadi tidak menyadari bahwa dirinya mengalami halusinasi atau delusi.

Pemahaman tersebut dapat menyebabkan seseorang berhenti minum obat antipsikotik, berhenti mengikuti terapi, atau keduanya.

Aksi tersebut dapat menimbulkan kekambuhan menjadi psikosis fase aktif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

Health
Seasonal Affective Disorder (SAD)

Seasonal Affective Disorder (SAD)

Penyakit
7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Batu Ginjal

Batu Ginjal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.