Kompas.com - 13/12/2021, 20:00 WIB
dr. Faisal Parlindungan, Sp.PD, K-R
Divalidasi oleh:
dr. Faisal Parlindungan, Sp.PD, K-R

Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi. Mayapada Hospital Kuningan. www.mayapadahospital.com

KOMPAS.com - Rheumatoid arthritis (RA) merupakan penyakit autoimun tersering yang menyerang sendi.

Kondisi ini ditandai dengan peradangan yang berlangsung lama pada sendi-sendi kecil seperti jari tangan dan kaki serta sendi-sendi besar seperti panggul, bahu, siku, dan lutut.

Penyebab

Menurut Healthline, penyebab atau pemicu spesifik RA belum diketahui.

Baca juga: Rheumatoid arthritis: Gejala, Penyebab, Komplikasi, dan Cara Mengatasi

Namun, RA adalah penyakit autoimun tersering yang menyerang sendi. Autoimun terjadi akibat sistem pertahanan tubuh (imunitas) gagal membedakan antara zat asing dan sel tubuh sendiri, sehingga menyerang sel-sel tubuh sendiri.

Namun apa yang menyebabkan gangguan sistem imun ini masih belum diketahui secara pasti, diduga faktor genetik dan lingkungan (seperti adanya infeksi virus dan paparan terhadap asap rokok) banyak berperan dalam prosesnya.

Sistem kekebalan Anda mengirimkan antibodi ke lapisan sendi sebagai bagian dari proses penyakit.

Antibodi tersebut menyerang jaringan yang melapisi sendi, menyebabkan sel-sel lapisan membelah dan berkontribusi pada peradangan.

Selama proses ini, terjadi pelepasan yang dapat merusak tulang, tulang rawan, tendon, dan ligamen di dekatnya.

Faktor risiko

Risiko Anda mengalami RA dapat meningkat jika memiliki faktor sebagai berikut:

  • Orang dewasa di usia 50-54 tahun memiliki insiden kasus tertinggi
  • Berjenis kelamin perempuan (berisiko 2-3 kali lebih tinggi mengalami RA dibandingkan laki-laki)
  • Genetika atau riwayat keluarga dengan RA
  • Mengalami obesitas
  • Terpapar faktor lingkungan seperti asap rokok
  • Riwayat kelahiran hidup atau belum pernah melahirkan
  • Paparan kehidupan awal seperti anak yang ibunya merokok
  • Mengonsumsi tinggi natrium, gula, daging merah, dan zat besi.

Baca juga: 8 Gejala Awal Rheumatoid Arthritis yang Perlu Diwaspadai

Gejala

Berdasarkan Medical News Today, gejala RA akan berdampak pada lebih dari satu sendi di tubuh Anda, meliputi:

  • Rasa sakit atau nyeri pada sendi, bengkak, dan hangat
  • Kekakuan sendi yang berlangsung lebih dari 30 menit
  • Keluhan terjadi secara simetris (pada sendi kanan dan kiri)
  • Lemas
  • Demam ringan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Penurunan berat badan.

Jika RA tidak ditangani dengan baik maka dapat menimbulkan kerusakan sendi yang berat sehingga menyebabkan kecacatan, seperti jari-jari tangan menjadi bengkok.

Selain itu, RA juga dapat mengenai sistem organ lain seperti mata, kulit, paru-paru, dan jantung.

Diagnosis

Disarankan untuk membuat janji temu dengan dokter reumatologis jika memiliki gejala nyeri sendi yang terjadi secara terus-menerus dan mengganggu.

Berdasarkan Healthline, penegakan diagnosis RA dapat dilakukan dengan cara:

  • Diskusi/ wawancara mengenai keluhan, riwayat penyakit, riwayat keluarga, dan riwayat kebiasaan
  • Pemeriksaan fisik lengkap
  • Pemeriksaan laboratorium darah: tes darah lengkap, faktor rheumatoid, Anti-CCP, LED, CRP 
  • Tes pencitraan tertentu, seperti ultrasound, sinar-X, atau MRI sendri jika diperlukan.

Baca juga: 11 Komplikasi Rheumatoid Arthritis yang Perlu Diwaspadai

Diagnosis tidak hanya dilakukan untuk menunjukkan kerusakan sendi tetapi juga mengukur tingkat keparahan kerusakan sendi.

Perawatan

RA membutuhkan pengobatan dan kontrol jangka panjang.

RA yang tidak diterapi berkaitan dengan komplikasi akibat progresifitas penyakit dan kematian dini, sehingga terapi RA harus agresif dan dimulai sedini mungkin.

Tujuan pengobatan RA adalah mengurangi keluhan dan gejala serta mencegah komplikasi kerusakan sendi permanen.

Pilar terapi RA:

  • Edukasi, diskusi penyakit dan pengobatan antara dokter dan pasien
  • Rehabilitasi, latihan fisik aerobik, penguatan otot, kelenturan sendi, koordinasi, kecekatan, serta kebugaran tubuh.
  • Pengobatan, DMARD (Disease Modifying Anti-Rheumatic Drug), kortikosteroid, OAINS (Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid).
  • Pembedahan, memperbaiki fungsi sendi, pencegahan kerusakan sendi lebih lanjut, dilakukan pada pasien yang tidak sembuh dengan pengobatan dan mengalami gerak terbatas akibat kerusakan sendi.

Dilansir dari Healthline, terdapat beberapa pilihan perawatan yang efektif untuk membantu Anda mengelola RA dan mencegah kerusakan lebih lanjut, yaitu:

Perawatan medis

  • Menetapkan tujuan pengujian spesifik
  • Melakukan pemantauan bulanan
  • Resep atau rekomendasi obat
  • Melakukan jenis latihan tertentu

Penyedia layanan kesehatan Anda akan bekerja dengan Anda untuk menentukan rencana perawatan terbaik untuk kebutuhan medis Anda.

Perawatan rumah

  • Olahraga
  • Istirahat yang cukup
  • Menggunakan kompres hangat atau dingin untuk mengurangi peradangan, rasa nyeri dan kekakuan sendi
  • Penggunaan perangkat tertentu seperti bidai dan penyangga yang dapat menahan persendian Anda dalam posisi istirahat
  • Menerapkan pola makan yang bergizi dan seimbang

Perawatan ini membantu Anda menjalani kehidupan yang aktif dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.

Baca juga: Reactive Arthritis

Tips

  • Kontrol dokter reumatologis secara rutin dan minum obat teratur
  • Aktivitas fisik atau olah raga ringan (low-impact). Penyakit bukan penghalang untuk beraktivitas. Pilih latihan sesuai kondisi dan kemampuan Anda. Contoh: berjalan, berenang, peregangan otot. Manfaatnya yaitu mengurangi kekakuan sendi, melatih otot, lebih bugar.
  • Istirahat cukup
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang
  • Hindari stres.

Komplikasi

Berdasarkan Healthline, RA dapat menyebabkan komplikasi seperti:

  • Penyakit jantung prematur
  • Carpal tunnel syndrome
  • Penyakit paru interstisial
  • Fibrosis paru
  • Sakit dada
  • Kondisi mata
  • Vaskulitis
  • Mielopati serviks
  • Radang paru-paru
  • Gagal ginjal
  • Perdarahan gastrointestinal
  • Pansitopenia
  • Limfoma
  • Nodul subkutan.

Pencegahan

Menurut Medical News Today, menerapkan gaya hidup yang baik dapat membantu Anda mengurangi risiko RA, yaitu:

  • Hindari atau berhenti merokok
  • Menjaga kebersihan yang baik untuk mengurangi risiko infeksi
  • Mengikuti diet kaya buah-buahan dan sayuran segar yang mengandung antioksidan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.