Kompas.com - 21/12/2021, 18:00 WIB

KOMPAS.com - Gawat janin mengacu pada tanda-tanda sebelum dan selama persalinan yang menunjukkan bahwa janin memiliki kondisi yang tidak sehat.

Penyebab

Melansir MSD Manuals, istilah gawat janin digunakan untuk menggambarkan ketika janin tidak menerima jumlah oksigen yang cukup selama kehamilan atau persalinan.

Baca juga: Stres selama Kehamilan? Waspadai Dampaknya terhadap Janin

Selain itu, gawat janin juga dapat terjadi akibat:

  • Kontraksi yang terlalu kuat atau berdekatan
  • Kehamilan berlangsung terlalu lama
  • Komplikasi lain dari kehamilan atau persalinan seperti terjadinya persalinan yang sulit atau cepat
  • Anemia
  • Tingkat cairan ketuban yang rendah di sekitar janin
  • Hipertensi saat kehamilan
  • Terdapat tinja pertama bayi dalam cairan ketuban yang dapat menyumbat saluran udara janin.

Gejala

Berdasarkan MSD Manuals, umumnya dokter mengidentifikasi gawat janin berdasarkan pola detak jantung yang abnormal pada janin.

Selama persalinan, detak jantung janin dipantau setiap 15 menit dengan pemantauan jantung janin elektronik atau perangkat ultrasound selama persalinan awal, setelah kontraksi, dan selama persalinan akhir.

Diagnosis

Menurut American Pregnancy, dokter akan memantau janin selama kehamilan untuk mendeteksi potensi komplikasi.

Salah satu metode pemantauan yang umum digunakan adalah pemantauan denyut jantung janin elektronik. Metode ini memiliki manfaat seperti:

Baca juga: Kenali Detak Jantung Janin Normal dan Kapan Mulai Terdeteksi

  • Mengenali perkembangan hipoksia dengan menganalisis pola denyut jantung janin
  • Memantau kontraksi ibu
  • Memantau respon janin terhadap hipoksia (kekurangan oksigen)
  • Menilai tingkat risiko persalinan.

Perawatan

Melansir American Pregnancy, perawatan utama yang digunakan untuk kondisi ini adalah resusitasi intrauterin.

Beberapa cara resusitasi intrauterin meliputi:

  • Mengubah posisi ibu
  • Memastikan ibu terhidrasi dengan baik
  • Memastikan ibu memiliki oksigen yang cukup
  • Pemasukan cairan ke dalam rongga amnion untuk mengurangi kompresi tali pusar
  • Terapi untuk menunda persalinan prematur dengan sementara menghentikan kontraksi
  • Dekstrosa hipertonik intravena.

Jika langkah-langkah di atas tidak efektif, terdapat kemungkinan dilakukannya ekstraktor vakum, forsep, atau operasi sesar darurat agar bayi dilahirkan secepat mungkin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.