Kompas.com - 19/12/2021, 17:00 WIB

KOMPAS.com - Mikrosefali adalah kondisi neurologis langka ketika kepala bayi secara signifikan lebih kecil daripada kepala anak-anak lain pada usia dan jenis kelamin yang sama.

Terkadang terdeteksi saat lahir, mikrosefali biasanya merupakan hasil dari perkembangan otak yang tidak normal di dalam kandungan atau tidak tumbuh sebagaimana mestinya setelah lahir.

Mikrosefali dapat disebabkan oleh berbagai faktor genetik dan lingkungan.

Baca juga: 7 Makanan yang Penting untuk Perkembangan Otak Anak

Anak-anak dengan mikrosefali sering mengalami masalah perkembangan.

Penyebab

Mikrosefali paling sering terjadi karena otak tidak tumbuh dengan kecepatan normal.

Pertumbuhan tengkorak sendiri ditentukan oleh pertumbuhan otak.

Pertumbuhan otak terjadi saat bayi dalam kandungan dan selama masa bayi.

Kondisi yang memengaruhi pertumbuhan otak bisa menyebabkan ukuran kepala lebih kecil dari normal.

Hal tersebut termasuk infeksi, kelainan genetik, dan malnutrisi parah.

Kondisi genetik yang menyebabkan mikrosefali meliputi:

  • Sindrom Cornelia de Lange
  • Sindrom cri du chat
  • Sindrom Down
  • Sindrom Rubinstein-Taybi
  • Sindrom Seckel
  • Sindrom Smith-Lemli-Opitz
  • Trisomi 18
  • Trisomi 21.

Masalah lain yang dapat menyebabkan mikrosefali meliputi:

  • Fenilketonuria (PKU) yang tidak terkontrol pada ibu
  • Keracunan metil merkuri
  • Rubela kongenital
  • Toksoplasmosis kongenital
  • Sitomegalovirus kongenital (CMV)
  • Penggunaan obat-obatan tertentu selama kehamilan, terutama alkohol dan fenitoin.

Baca juga: Zika

Terinfeksi virus Zika saat hamil juga dapat menyebabkan mikrosefali.

Gejala

Melansir Mayo Clinic, gejala utama mikrosefali adalah ukuran kepala secara signifikan lebih kecil daripada anak-anak lain pada usia dan jenis kelamin yang sama.

Ukuran kepala diukur sebagai jarak di sekitar bagian atas kepala anak (lingkar).

Menggunakan grafik pertumbuhan standar, pengukuran dibandingkan dengan pengukuran anak-anak lain dalam persentil.

Beberapa anak hanya memiliki kepala kecil, yang ukurannya jatuh serendah persentil pertama.

Pada anak-anak dengan mikrosefali, ukuran kepala secara signifikan di bawah rata-rata, bahkan mungkin di bawah persentil pertama untuk usia dan jenis kelamin bayi.

Seorang anak dengan mikrosefali yang lebih parah mungkin juga memiliki dahi yang miring ke belakang.

Diagnosis

Kemungkinan dokter akan mendeteksi mikrosefali pada saat kelahiran bayi atau pada pemeriksaan kesehatan bayi secara teratur.

Namun, jika kepala bayi lebih kecil dari biasanya atau tidak tumbuh sebagaimana mestinya, bicarakan segera dengan dokter.

Mikrosefali kadang-kadang dapat didiagnosis sebelum lahir dengan ultrasonografi prenatal.

Untuk membuat diagnosis saat bayi masih dalam kandungan, USG harus dilakukan pada akhir trimester kedua atau pada trimester ketiga.

Baca juga: Manfaat Tidur Siang untuk Perkembangan Otak Anak yang Sayang Diabaikan

Setelah bayi lahir, mikrosefali dapat didiagnosis dengan mengukur lingkar kepala bayi dan membandingkannya dengan ukuran kepala normal bayi baru lahir.

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik serta melihat riwayat prenatal dan kelahiran anak secara lengkap.

Dokter juga harus mengetahui tonggak perkembangan seperti merangkak dan berjalan, karena mikrosefali sering disertai dengan cacat intelektual.

Perawatan

Tidak ada obat untuk mikrosefali dan kondisi itu berlangsung seumur hidup anak.

Tim medis bekerja dengan keluarga anak untuk memberikan pendidikan dan bimbingan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak.

Tingkat penuh mikrosefali pada anak biasanya tidak sepenuhnya dipahami sampai anak tumbuh dan berkembang.

Perawatan mikrosefali meliputi:

  • Pemeriksaan dan pengujian yang sering dilakukan untuk memantau perkembangan kepala seiring pertumbuhan anak
  • Mengobati masalah kesehatan anak yang sedang berlangsung
  • Memaksimalkan kemampuannya di rumah dan di masyarakat, seperti terapi bicara, okupasi, dan fisik.

 

Komplikasi

Beberapa anak dengan mikrosefali memiliki kecerdasan dan perkembangan normal, meskipun kepala mereka akan selalu kecil untuk usia dan jenis kelamin mereka.

Baca juga: Tahapan Perkembangan Janin dalam Kandungan dari Bulan ke Bulan

Tetapi tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan mikrosefali, komplikasi berikut bisa terjadi:

  • Keterlambatan perkembangan, seperti dalam berbicara dan bergerak
  • Kesulitan dengan koordinasi dan keseimbangan
  • Dwarfisme atau perawakan pendek
  • Distorsi wajah
  • Hiperaktif
  • Cacat intelektual
  • Kejang.

Pencegahan

Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan penyebab mikrosefali.

Jika penyebabnya adalah genetik, hubungi konselor genetika tentang risiko mikrosefali pada kehamilan berikutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.