Kompas.com - 08/01/2022, 09:20 WIB

KOMPAS.com - Batuk yang menghasilkan lendir dikenal sebagai batuk "basah" atau "produktif".

Batuk produktif dapat terjadi sebagai respons terhadap alergen atau iritan di udara, seperti asap, debu, atau serbuk sari.

Namun, kondisi ini dapat berkembang karena infeksi di paru-paru atau saluran udara sebagai akibat kondisi paru-paru yang mendasarinya.

Baca juga: Batuk Berdahak: Ciri-ciri, Penyebab, Diagnosis

Gejala

Saat batuk berlendir, batuk akan terasa "basah". Terdapat indikasi adanya iritasi atau kemungkinan infeksi pada saluran pernapasan.

Salah satu gejala utama batuk berlendir adalah memproduksi lendir atau dahak.

Penyebab

Lendir putih padat

Saat seseorang batuk dengan lendir putih yang kental dan padat, ini menandakan bahwa terdapat infeksi bakteri di saluran udara.

Jenis infeksi ini mungkin memerlukan antibiotik resep dari dokter.

Lendir putih berbusa

Lendir yang berisi gelembung dan busa ini biasa disebut dengan dahak berbusa. Dahak berbusa dapat menjadi tanda:

  • penyakit paru
  • obstruktif kronik (PPOK)
  • penyakit refluks gastroesofageal (GERD)
  • radang paru-paru
  • edema paru (seperti dari gagal jantung)
  • Jika batuk berdahak berbusa, segera tinjau dengan gejala lainnya pada dokter.

Baca juga: 7 Cara Alami Meredakan Batuk Berdahak

Melihat warna lendir

Melihat warna lendir dari batuk bukanlah alat diagnostik yang efektif. Namun, warna lendir dapat berperan dalam menentukan apa yang terjadi dalam sistem pernapasan.

Melansir Healthline, sebuah studi 2012 yang diterbitkan European Respiratory Journal, berikut hasil sampel dahak yang positif untuk pertumbuhan bakteri saat dikultur:

  • dahak bening diuji positif bakteri yang mampu menyebabkan infeksi pada 18 dari setiap 100 sampel
  • dahak kuning mengandung bakteri yang mampu menyebabkan infeksi pada 46 dari setiap 100 sampel
  • dahak hijau mengandung bakteri yang mampu menyebabkan infeksi pada 59 dari setiap 100 sampel.

Lendir being

Jika dahak berwarna terang atau bening, hal ini mungkin dapat berarti bahwa terdapat alergi atau infeksi ringan pada saluran pernapasan.

Lendir kuning atau hijau

Jika batuk berlendir kuning atau hijau, mungkin menunjukkan bahwa terdapat infeksi pernapasan

Lendir dapat berubah karena enzim pertahanan yang dilepaskan oleh sistem kekebalan. Wrna hijau berasal dari enzim yang mengandung zat besi, misalnya.

Diagnosis

Seorang dokter dapat mendiagnosis dengan menilai gejala seseorang.

Baca juga: Batuk Berdahak Bisa Jadi Gejala Virus Corona, Ini yang Harus Diwaspadai

Perawatan

Gejala biasanya dapat hilang dalam 7-14 hari. Beberapa obat bebas dapat membantu mengurangi gejala, seperti:

  • pereda nyeri, seperti acetaminofen dan ibuprofen
  • obat batuk

Dokter juga mungkin meresepkan terapi antivirus untuk flu.

Namun, terapi antivirus lebih efektif jika orang mengonsumsinya dalam waktu 48 jam setelah mengembangkan gejala flu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.