Kompas.com - 31/01/2022, 09:00 WIB

KOMPAS.com - Kanker usus kecil atau usus halus adalah penyakit langka ketika sel-sel di jaringan usus kecil berubah.

Mereka tumbuh di luar kendali dan dapat membentuk benjolan atau tumor.

Usus kecil menghubungkan perut ke usus besar.

Tugas utamanya adalah memecah dan menyerap makanan, lemak, vitamin, dan zat lain yang dibutuhkan tubuh.

Baca juga: 6 Ciri-ciri Kanker Usus yang Kerap Tak Disadari

Penyebab

Tidak diketahui pasti apa yang menyebabkan kanker usus kecil.

Tetapi, ada beberapa hal yang diketahui dapat meningkatkan risiko terkena penyakit langka ini:

  • Usia (usia rata-rata saat diagnosis adalah 60)
  • Jenis kelamin (risiko sedikit lebih tinggi pada pria)
  • Genetika (beberapa kelainan yang dialami sejak lahir meningkatkan kemungkinan)
  • Merokok dan penggunaan alkohol
  • Diet tinggi lemak
  • Tinggal atau bekerja dengan sejumlah besar bahan kimia, seperti asam fenoksiasetat
  • Kondisi lain yang memengaruhi usus, seperti Crohn, kanker usus besar, atau penyakit celiac
  • Limfedema (kerusakan pada pembuluh yang terhubung ke kelenjar getah bening).

Ada lima jenis kanker usus kecil, yakni:

  • Adenokarsinoma, dimulai di lapisan usus kecil. Pada awalnya terlihat seperti pertumbuhan kecil non-kanker yang disebut polip, tetapi seiring waktu dapat berubah menjadi kanker
  • Sarkoma, sel kanker berkembang di jaringan lunak usus kecil
  • Tumor karsinoid, kanker yang tumbuh lambat ini sering berakar di bagian bawah usus kecil dan kadang memengaruhi usus buntu atau rektum
  • Tumor stroma gastrointestinal (GIST), sering dimulai di perut. Tidak semua GIST bersifat kanker.
  • Limfoma usus, kanker yang dimulai di kelenjar getah bening. Orang yang terkena sering memiliki jenis gangguan imunodefisiensi.

Baca juga: Kanker Usus: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Gejala

Tanda dan gejala kanker usus kecil meliputi:

  • Sakit perut
  • Menguningnya kulit dan bagian putih mata (jaundice)
  • Merasa sangat lemah atau lelah
  • Mual
  • muntah
  • Menurunkan berat badan tanpa mencoba
  • Darah dalam tinja, yang mungkin tampak merah atau hitam
  • Diare berair
  • Kulit memerah.

Diagnosis

Dokter biasanya akan melakukan tes pencitraan seperti sinar-X, CT scan, atau MRI. Dokter juga dapat melakukan endoskopi.

Tes lain yang mungkin dilakukan oleh dokter adalah sebagai berikut:

  • Tes kimia darah
  • Tes fungsi hati
  • Tes darah okultisme tinja
  • Biopsi kelenjar getah bening
  • Laparotomi.

Perawatan

Perawatan akan bergantung pada beberapa hal, seperti jenis kanker dan penyebarannya.

Baca juga: 7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Pembedahan adalah pengobatan yang paling umum.

Dokter bedah akan mengangkat bagian usus kecil yang mengandung kanker. Atau mereka mungkin melakukan operasi "bypass" sehingga makanan dapat mengelilingi tumor yang tidak dapat diangkat.

Bahkan jika dokter mengeluarkan semua kanker selama operasi, mereka biasanya masih menyarankan terapi radiasi. 

Perawatan lain yang dapat digunakan adalah kemoterapi. Pengobatan ini membunuh sel kanker atau menghentikan pertumbuhannya.

Sejumlah terapi baru juga sedang diuji. Bicaralah dengan dokter untuk perawatan terbaik.

Segera hubungi dokter jika mengalami tanda dan gejala kanker usus kecil.

Komplikasi

Kanker usus kecil dapat menyebabkan komplikasi, seperti:

  • Peningkatan risiko kanker lainnya, seperi yang mempengaruhi usus besar, rektum, ovarium dan lapisan rahim (endometrium)
  • Kanker yang menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Pencegahan

Tidak jelas apa yang dapat membantu mengurangi risiko kanker usus kecil, karena sangat jarang terjadi.

Untuk mengurangi risiko kanker secara umum, tips berikut dapat membantu:

Baca juga: 7 Gejala Kanker Usus Stadium 1

  • Makan berbagai buah-buahan, sayuran dan biji-bijian
  • Minum alkohol secukupnya atau tidak sama sekali
  • Berhenti merokok
  • Rutin berolahraga
  • Pertahankan berat badan yang sehat.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.