Kondom Tak Lantas Mudahkan Seks Bebas

Kompas.com - 26/11/2013, 11:31 WIB
Ilustrasi kondom ShutterstockIlustrasi kondom
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com
-Kondom sebaiknya selalu digunakan saat berhubungan seksual. Penggunaan kondom dapat mencegah diri dan pasangan dari risiko infeksi berbagai penyakit yang ditularkan lewat hubungan seksual, misalnya HIV/AIDS.

Menurut Koordinator Pelaporan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional Djadjat Sudradjat, kondom semata digunakan sebagai alat proteksi diri. Tak tepat bila dikatakan kondom untuk melegalkan atau mempermudah hubungan seksual.

 
"Penggunaan kondom tak lantas mempermudah hubungan seksual. Hal ini lebih kepada langkah pencegahan terinfeksi penyakit yang bisa menular lewat hubungan seksual, salah satunya AIDS. Siapa saja bisa menularkan AIDS termasuk pasangan yang sah," kata Dradjat pada seminar Lindungi Generasi Muda dari HIV/AIDS yang diadakan di Jakarta pada Senin (25/11/13).
 
Penggunaan kondom menurutnya semakin penting karena jumlah orang yang terinfeksi HIV dan menderita AIDS terus meningkat. Data KPA Nasional menyebutkan, jumlah kasus terinfeksi HIV mencapai 21.511 jiwa pada 2012. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2011 yang hanya mencapai 21.031 jiwa. Sementara pengukuran sampai Juni 2013 menyatakan, ada 10.210 jiwa yang terinfeksi HIV.
 
Untuk jumlah penderita AIDS, pada 2012 tercatat ada 5.686. jiwa. Jumlah ini menurun dibanding pada 2011 yang hahya sebesar 7.004 jiwa. Namun 5.686 jiwa ini lebih kecil daripada infeksi pada 2010 yang mencapai 6.855 jiwa.
 
Dari data yang ada, kelompok umur 25-49 tahun memiliki persentase terinfeksi HIV paling besar, yaitu 70,7 persen. Sementara kelompok umur yang paling banyak menderita AIDS adalah kelompok umur 30-39 tahun sebesar 33,8 persen.
 
Meski begitu, risiko terinfeksi  HIV/AIDS sama besarnya antara pria dan wanita. "Dulu memang lebih banyak pria yang terinfeksi, karena pria cenderung lebih suka "jajan" di luar. Namun saat ini peluang hampir sama karena wanita tertular dari pasangan prianya," kata Djadjat.

Terkait penularan pada wanita, Djadjat mengatakan, istri harus bisa berkomunikasi dan meyakinkan suami untuk menggunakan kondom. Hal ini janganlah dipandang sebagai mosi tidak percaya, namun lebih kepada upaya bersama dalam menjaga kesehatan.
 
Pria jangan suka "jajan"
 
Terkait  pria atau suami yang  berisiko menularkan penyakit  kepada istrinya, Dradjat menyarankan kaum Adam untuk menghindari perilaku seks berisiko. Bila bekerja jauh dari isteri atau berada di tempat terpencil, upayakan tidak "jajan". 
 
Djajat menegaskan, perlindungan utama dari HIV tetaplah tidak melakukan hubungan seks (abstinence)  dan penggunaan kondom adalah upaya pencegahan selanjutnya.

"Ingat ABCD, A untuk abstinence, B untuk be faithfull atau yakin pada pasangan, C untuk Condom, dan D untuk jauhi Drugs. Rumus tersebut adalah langkah efektif pencegahan HIV/AIDS pada pria yang jauh dari pasangannya," tuturnya.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X