Kompas.com - 13/12/2013, 14:09 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
Penulis Wardah Fajri
|
EditorWardah Fajri
KOMPAS.com - Seberapa sering Anda melupakan cuci tangan pakai sabun sebelum makan? Coba periksa kembali dapur Anda, apakah tempat sampah terletak berdekatan dengan alat masak? Saat memasak atau menyimpan bahan pangan di lemari es, apakah Anda mengabaikan aturan memisahkan bahan mentah dengan bahan matang untuk mencegah kontaminasi silang bahan pangan?

Berbagai kebiasaan dan perilaku ini menentukan kualitas makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Perilaku sederhana di rumah, yang sehat, juga akan menghasilkan makanan yang aman dan sehat.

Perubahan perilaku lebih menentukan kualitas makanan ketimbang kekhawatiran cemaran bahan kimia seperti boraks di dalam bahan pangan.

"Persepsi masyarakat soal keamanan pangan masih terkait kimia padahal tantangannya terletak pada perilaku," ungkap Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan (BPOM) Roy Sparingga saat jumpa pers seminar Chefmanship Academy di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Roy, masyarakat perlu mendapatkan edukasi terkait perubahan perilaku dalam pengolahan makanan. Pasalnya, cara mengolah makanan yang tidak tepat berisiko menyebabkan kontaminasi silang dari bahan tidak aman, dari lingkungan, peralatan masak yang kurang sesuai fungsi, juga dari manusia itu sendiri.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Tjandra Yoga Aditama mengatakan kontaminasi silang juga bisa terjadi akibat perilaku manusia. Perilaku Hidup Bersih Sehat seperti Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) misalnya, juga punya dampak pada kemanan pangan.

"Jika makanannya sudah baik tapi CTPS tidak dijalankan sebelum makan, makanan juga jadi tidak aman," ungkap Tjandra.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan lebih menerapkan perilaku sehat dalam pengelolaan makanan, cemaran mikroba pada makanan saat kontaminasi silang terjadi juga bisa dihindari.

Data BPOM mengenai Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan pada 2012 paling banyak terjadi pada pangan jajanan, pangan jasa boga dan masakan rumah tangga. Sumber makanan yang disebut BPOM sebagai Pangan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) ini kebanyakan tercemar mikroba, dari 66 persen pada 2012 dan mengalami peningkatan menjadi 76 persen pada 2013. Pangan TMS karena pencemaran bahan kimia seperti boraks justru kecil presentasenya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kram Perut

Kram Perut

Penyakit
Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Health
Malnutrisi

Malnutrisi

Penyakit
Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Health
Anosmia

Anosmia

Penyakit
Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Health
Pantat Pegal

Pantat Pegal

Penyakit
12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

Health
Perut Buncit

Perut Buncit

Penyakit
Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Health
Kulit Belang

Kulit Belang

Penyakit
10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

Health
Betis Bengkak

Betis Bengkak

Penyakit
Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Health
Pusar Sakit

Pusar Sakit

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.