Kompas.com - 10/10/2015, 19:05 WIB
Ilustrasi. ThinkstockIlustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi
JAKARTA, KOMPAS.com - Katarak atau kekeruhan pada lensa mata merupakan salah satu penyebab kebutaan terbanyak di Indonesia. Cara yang paling ampuh untuk menjernihkan kembali penglihatan adalah dengan operasi katarak. Sayangnya, tidak semua orang mampu melakukan operasi katarak dan beberapa lainnya takut menjalani operasi.

Dokter Spesialis Mata Setiyo Budi Riyanto yang juga Ketua Service Katarak dan Bedah Refraktif Jakarta Eye Center (JEC) ini mengatakan, operasi katarak yang ada saat ini menggunakan teknologi canggih tanpa pisau.

"Dengan teknologi yang ada sekarang, operasinya tidak berdarah, enggak disuntik, gk dijahit, jadi pasien enggak perlu nginap," kata Budi dalam acara Bakti Katarak di JEC Kedoya, Jakarta Barar, Sabtu (10/10/2015.

JEC pun menggelar operasi katarak gratis atau yang dinamakan Bakti Katarak terhadap 100 pasien pada Sabtu siang. Ketua Bakti Katarak, dokter Spesialis Mata Soefiandi Soedarman mengatakan, operasi katarak secara gratis ini salah satunya bertujuan untuk menurunkan angka kebutaan di Indonesia.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2013, setiap tahunnya ada 1000 penderita katarak baru atau 0,1 persen. Indonesia menempati peringkat kedua dengan kasus kebutaan paling tinggi setelah Eutopia dan peringkat pertama di Asia Tenggara. Pemerintah pun menargetkan Indonesia bebas katarak pada 2020.

Melihat tingginya angka tersebut, Ketua Komite Mata Nasional Andy F Noya mengatakan, masyarakat harus sadar dengan adanya ancaman kebutaan. Andi mengatakan, kebutaan bisa menurunkan produktivitas, sehingga turut menurunkan perekonomian seseorang. "Kesadaran masyarakat terhadap ancaman besar kebutaan harus disosialisasikan," kata Andy. Andy berharap, operasi katarak bisa dilakukan secara gratis juga di daerah-daerah.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sindrom ACA
Sindrom ACA
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

Health
Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Health
Vaginosis Bakterialis

Vaginosis Bakterialis

Penyakit
5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

Health
Polisitemia Vera

Polisitemia Vera

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.