Kompas.com - 09/01/2016, 10:00 WIB
EditorLusia Kus Anna
Perut kembung

Bentuk perut tipe ini seperti menonjol, menggembung seperti ban cadangan atau bagian atas kue muffin. Anda juga akan sering merasakan bahwa kulit sering susah untuk disentuh, seakan ada sebuah balon yang berada jauh di dalam tubuh Anda.

Pada tipe ini, di pagi hari perut datar dan akan mengembang seiring waktu - terutama setelah makan. Meski perut membesar, tapi angka timbangan biasanya tidak berubah.

Satu dari penyebab utamanya adalah angin. Ketika makanan dihancurkan saat berjalan menuju usus, bakteri yang memakan makanan tersebut akan membuat enam hingga delapan liter gas.

Namun, jika bakteri usus mengalami kesulitan menghancurkan makanan tertentu, mereka akan mulai melakukan fermentasi, membuat lebih banyak angin yang akhirnya mendorong dinding perut ke arah luar.

Ahli bedah obesitas, Profesor Basil Ammori mengatakan sembelit dan makan terlalu banyak dalam sekali waktu juga dapat menciptakan efek ini.

"Terlalu banyak makanan di dalam perut dapat memberikan perasaan kembung dan kemudian gas yang berlebihan ini akan menyebabkan lebih kembung dan distensi," katanya.

Menelan terlalu banyak udara, seperti mengunyah permen karet atau minum melalui sedotan, juga dapat menyebabkan kembung.

Untuk mengatasi masalah ini, hindari makanan yang bisa memicu kembung karena lebih susah dicerna oleh tubuh. Ini meliputi pemanis buatan, gandum, bawang putih dan bawang, beberapa buah seperti ceri dan plum dan beberapa sayuran termasuk artichoke, bit dan jamur.

Perut stres
Perut tipe ini bentuknya seperti mencuat ke depan tapi lebih lembut dan lebih kendur dari perut alkohol. Tonjolan perut sering dimulai dari bagian bawah payudara Anda dan ini akan membentuk roll lembut - atau top muffin - yang menggantung di atas pinggang Anda.

Penyebab masalah ini, menurut Dr Marilyn Glnevile, penulis Fat Around the Middle, adalah berada dalam situasi stres.  

"Selama Anda tidak melakukan aktivitas fisik, semua kelebihan energi ini tidak akan pergi ke mana pun. Jadi, ini hanyak akan disimpan kembali sebagai lemak," katanya.

"Jika kita terus menerus stres, cadangan lemak akan pergi ke perut bagian bawah sehingga dekat dengan liver dan dengan cepat akan diubah kembali menjadi energi dalam keadaan darurat lainnya," kata Dr Glenville.

Atasi dengan mengurangi tingkat stres cukup tidur.  Makan sedikit dan sering juga membantu untuk menghentikan fluktuasi hormon.

Perut pir
Meskipun Anda memiliki pinggang yang ramping, Anda masih mempunyai lemak yang susah dihilangkan di sekitar garis bikini serta bagian perut bawah yang lebih besar dan kantong sadel di pinggul. Ini akan menciptakan tampilan perut yang berbentuk seperti buah pir.

Perut pir itu pada sebagaian wanita terjadi karena dominasi estrogen, baik karena faktor genetik atau  ketidakseimbangan hormonal.

Estrogen bertanggung jawab untuk menciptakan siluet feminin pada wanita saat mereka memasuki pubertas dan menciptakan bokong dan paha yang bulat, termasuk juga menyediakan cadangan lemak saat kehamilan.

Jika sel-sel lemak di daerah ini, yang sensitif untuk hormon wanita, terstimulasi secara berlebih, berat badan akan terus menumpuk dan menyebabkan bentuk tubuh seperti buah pir.

Setelah menopause, lemak di pinggul dan paha akan berkurang, sehingga bentuk tubuhnya seperti apel.

Untuk mencegah bagian bawah tubuh lebih besar, hindari makanan tinggi lemak jenuh yang terkait dengan peningkatan estrogen. Konsumsi lebih sering biji-bijian dan serat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.