Proses Terjadinya Kehamilan Setelah Berhubungan Badan

Kompas.com - 25/02/2020, 21:07 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Banyak orang secara sederhana memahami kehamilan pada wanita hanya sebagai dampak dari hubungan badan.

Padahal proses kehamilan nyatanya melalui tahapan yang panjang, rumit, kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor.

Terjadinya kehamilan

Dari sudut pandang medis, kehamilan hanya akan terjadi ketika ada pertemuan antara sperma dan sel telur di tuba falopi yang kemudian tertanam di dalam uterus.

Baca juga: Mengenal Splash Pregnancy, Kehamilan yang Terjadi Tanpa Penetrasi

Pertemuan tersebut hanya mungkin terjadi jika seorang wanita sedang dalam masa subur.

Masa subur adalah saat dikeluarkannya sel telur dari ovarin, yang jumlahnya hanya satu atau bisa juga dua tapi jarang.

Peristiwa tersebut umumnya terjadi hanya sekali dalam sebulan, yakni kurang lebih 14 hari sebelum haid datang.

Masa subur pada wanita memang bisa dibilang sangat pendek.

Apabila pada saat itu tidak terjadi pertemuan dengan sel sperma, alhasil wanita harus menunggu bulan berikutnya untuk menghasilkan sel telur yang baru.

Sel telur dan sperma harus sehat

Berbeda dengan sel telur yang dihasilkan wanita, jumlah sperma yang dikeluarkan pria untuk proses pembuahan bisa mencapai jutaan.

Setiap kali ejakulasi, pria diketahui bisa mengeluarkan sperma lebih dari 20 juta. Namun memang, hanya diperlukan satu sperma untuk membuahi sel telur.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X