Kompas.com - 09/06/2020, 20:02 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Sejumlah wanita mengalami nyeri haid saat menstruasi.

Menurut ahli kebidanan dan ginekologi University of Illinois College of Medicine Chicago AS, Jessica Shepherd, M.D., nyeri haid atau kram perut adalah bagian dari kontraksi otot di dalam rahim.

Lapisan dalam rahim wanita terbentuk setiap bulan sebagai persiapan tempat berkembangnya sel telur yang telah dibuahi.

Ketika tidak terjadi pembuahan, lapisan rahim meluruh bersama dengan darah.

Baca juga: 10 Penyebab Haid Terlambat Selain Hamil

Selama proses peluruhan ini, zat kimia prostaglandin ikut keluar dan memicu respons peradangan. Kondisi ini dapat memicu kontraksi otot atau nyeri haid.

"Nyeri haid sangat subyektif. Tapi nyeri haid yang normal biasanya bisa dikendalikan dengan bantal pemanas, koyo, atau obat pereda rasa sakit," jelas Dr Shepherd, seperti dilansir Self.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nyeri haid yang normal terjadi sehari menjelang menstruasi sampai hari ketiga haid.

Wanita bisa mengalami nyeri haid selama bertahun-tahun karena sensitif terhadap hormon prostaglandin. Kondisi ini disebut dismenore.

Tak hanya kram perut, nyeri haid juga kerap disertai mual, muntah, dan diare.

Nyeri haid umumnya normal. Tapi, ada beberapa masalah kesehatan yang bisa menyebabkan nyeri haid tak normal.

Baca juga: 8 Tanda-tanda Awal Kehamilan, Tak Hanya Telat Haid dan Mual

Penyebab nyeri haid tak normal

Melansir laman resmi RS Mount Elizabeth, terdapat tiga penyebab nyeri haid yang tidak normal. Kondisi tersebut bisa memengaruhi kesuburan, antara lain:

  • Endometriosis

Kondisi saat lapisan rahim (endometrium) tumbuh di luar rongga rahim. Misalkan di belakang rahim, saluran dan indung telur, dekat panggul, dll. Jaringan abnormal ini memicu nyeri haid hebat sampai kista.

  • Fibroid

Tumor non-kanker ini dapat tumbuh dari dinding otot rahim. Beberapa wanita tidak menyadari dirinya menderita fibroid. Namun, beberapa fibroid menimbulkan rasa sangat sakit saat menstruasi.

  • Penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul bisa terjadi karena infeksi rahim dan saluran indung telur. Penyakit ini penyebab tuba falopi tersumbat dan memicu nyeri haid yang terasa menyakitkan.

Baca juga: Seberapa Efektif Koyo Nyeri Haid Meredakan Kram Datang Bulan?

Ciri-ciri nyeri haid tidak normal

IlustrasiShutterstock Ilustrasi
Beberapa ahli menjelaskan, nyeri haid yang sangat sakit atau kram perut hebat termasuk tidak normal.

Melansir Verywell Health, berikut tanda-tanda atau ciri-ciri nyeri haid tidak normal:

  • Mengganggu aktivitas sehari-hari

Sebanyak 5 persen sampai 20 persen wanita mengalami nyeri haid sampai mengganggu aktivitas sehari-hari saat menstruasi.

Nyeri haid yang sangat sakit dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari ini wajar jika terjadi sesekali.

Namun, Anda patut waspada dan berkonsultasi ke dokter apabila kondisi ini berlangsung setiap bulan.

Baca juga: Susah Tidur Saat Haid, Begini Posisi Tidur untuk Kurangi Nyeri Haid

  • Diberi obat penghilang rasa sakit tak mempan

Sebanyak 20 persen wanita yang mengalami nyeri haid bisa sembuh setelah mengonsumsi obat penghilang rasa sakit.

Saat obat penghilang rasa sakit sudah tak mempan untuk meredakan nyeri haid, Anda perlu waspada.

Bisa jadi kondisi ini merupakan tanda nyeri haid Anda tidak normal.

Hal yang perlu diperhatikan, saat obat penghilang rasa sakit tak mempan untuk mengatasi nyeri haid, jangan sembarangan menambah dosisnya.

Minum obat penghilang rasa sakit sesuai dosis yang dianjurkan.

Konsusmsi obat penghilang rasa sakit di atas dosis rekomendasi bisa berbahaya bagi kesehatan.

Baca juga: Sedang Program Kehamilan? Cek Masa Subur setelah Haid

  • Nyeri panggul di luar siklus haid

Rasa tidak nyaman di panggul sebelum dan selama awal masa haid, serta ketika masa subur, umumnya normal.

Namun, nyeri panggul dan rasa tak nyaman yang dirasakan di luar waktu tersebut bisa jadi tanda ada masalah kesehatan.

Tanda ketidaknormalan lain yakni timbul nyeri atau kram perut saat berhubungan seks.

Jika nyeri haid disertai demam, muntah, pusing, pendarahan dari vagina di luar mestruasi, keputihan hebat, baiknya Anda segera menghubungi layanan kesehatan.

  • Nyeri haid berlangsung lama

Nyeri haid masih dikatakan normal apabila berlangsung antara dua sampai tiga hari.

Akan tetapi, nyeri haid yang terjadi sepanjang waktu menstruasi bisa disebut tidak normal.

Coba konsultasikan ke dokter apabila kram perut atau nyeri haid terjadi sepanjang jadwal haid atau sampai tujuh hari.

Baca juga: Haid Pertama pada Remaja, Apa Saja yang Normal dan Tidak?

  • Nyeri haid disertai gejala lain

Anda juga perlu waspada jika kram perut atau nyeri haid sangat sakit disertai gejala lain, seperti:

  1. Mual dan diare
  2. Pendarahan hebat
  3. Siklus haid tidak teratur
  4. Susah hamil
  5. Rasa sakit saat berhubungan seks
  6. Ada flek di luar jadwal haid

Jika ada tanda-tanda nyeri haid tidak normal di atas, baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter.

Untuk mendiagnosis apakah ada masalah kesehatan pada kesehatan reproduksi wanita, dokter umumnya melakukan serangkaian pemeriksaan.

Di antaranya dengan tes darah, laparoskopi, pemeriksaan panggul, dan ultrasonografi.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X