Kompas.com - 24/06/2020, 16:06 WIB
Ilustrasi jantung yodiyimIlustrasi jantung

KOMPAS.com - Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar tentang detak jantung? Mungkin sebagian orang berpikir bahwa itu merupakan tanda seseorang hidup.

Di sisi lain, detak jantung juga bisa menjadi cerminan bagaimana kondisi tubuh seseorang.

Dalam kondisi melakukan olahraga berat misalnya, detak jantung akan menjadi lebih cepat. Sedangkan dalam kondisi yang rileks, detak jantung akan lebih lambat.

Tapi, bagaimana jika jantung berdetak lebih cepat secara ekstrem, bahkan tanpa melakukan aktivitas fisik berat sekalipun?

Kondisi tersebut dikenal sebagai takikardia.

Baca juga: Takikardia: Jenis, Gejala, hingga Cara Mencegahnya

Merangkum dari Medical News Today, takikardia mengacu pada detak jantung lebih dari 100 denyut per menit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Denyut jantung sehat sebagian besar orang dewasa berkisar antara 60 hingga 90 denyut per menit.

Apakah Takikardia Berbahaya?

Dengan denyut jantung di atas rata-rata tersebut, beberapa bentuk takikardia bisa berbahaya dan mengancam jiwa.

Namun umumnya, takikardia bisa diobati dan tidak serius.

Untuk itu, kita perlu mengetahui berbagai jenis takikardia dan kapan kondisinya dianggap berbahaya.

1. Sinus Takikardia

Kondisi ini adalah peningkatan detak jantung secara normal ketika kita berolahraga, takut, atau cemas.

Sinus takikardia berasal dari simpul sinoatrial jantung atau alat pacu alami jantung.

Dikutip dari Insider, sinus takikardia biasanya tidak dianggap berbahaya karena jantung Anda masih berdetak dengan benar.

Meski begitu, ada beberapa penyebab tidak biasa dari kondisi ini seperti anemia, kerusakan otot jantung, pendarahan hebat, atau masalah pada kelenjar tiroid.

2. Supraventrikular Takikardia (SVT)

Peningkatan detak jantung ini terjadi di bilik atas jantung.

Jenis takikardia ini lebih umum terjadi pada anak-anak dan perempuan.

Baca juga: Kenapa Jantung Berdebar Setelah Minum Kopi?

Umumnya, jenis takikardia ini tidak bergejala. Tapi, dalam beberapa kasus ekstrem bisa ditandai dengan kehilangan kesadaran hingga serangan jantung.

Melansir dari Health Direct, dua jenis SVT yang umum terjadi flutter atrium dan fibrilasi atrium.

Pada flutter atrium, jantung berdetak dengan sangat cepat tapi teratur. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat hilang sendiri tapi dalam kasus lain mungkin memerlukan perawatan.

Orang yang mengalami flutter atrium juga bisa mengalami fibrilasi atrium di waktu lain.

Sedangkan fibrilasi atrium adalah jenis takikardia yang paling umum.

Kondisi ini bersifat sementara. Meski begitu, beberapa episode febrilasi atrium mungkin tidak akan berakhir kecuali mendapatkan perawatan.

3. Ventrikel Takikardia

Kondisi ini terjadi ketika terjadi masalah dengan "sinyal listrik" di ventrikel jantung dan menyebabkan detaknya menjadi lebih cepat.

Hal tersebut mempengaruhi kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Dikutip dari Mayo Clinic, ventrikel takikardia mungkin berlangsung singkat tapi jika terjadi lebih dari beberapa detik merupakan kondisi yang berbahaya dan mengancam jiwa.

The National Libary of Medicine AS mengklasifikasikan kondisi ini sebagai penyebab utma kematian jantung mendadak.

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Detak Jantung Cepat

Melansir heart.org, ventrikel Takikardia paling sering dikaitkan dengan beberapa gangguan berikut ini:

  • Kurangnya aluran darah arteri koroner yang mengurangi oksigen ke jaringan jantung
  • Kardiomiopati yang mengubah struktur jantung
  • Efek samping obat
  • Konsumsi obat-obatan terlarang seperti kokain
  • Sarkoidosis atau radang yang menyerang kulit/ jaringan tubuh
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Gangguan Makan
Gangguan Makan
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gejala Batu Ginjal Pada Anak, Orangtua Wajib Tahu

Gejala Batu Ginjal Pada Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Scleroderma

Scleroderma

Penyakit
Warna Tinja Tunjukkan Kondisi Kesehatan, Kenali Artinya

Warna Tinja Tunjukkan Kondisi Kesehatan, Kenali Artinya

Health
Spondylolisthesis

Spondylolisthesis

Penyakit
5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

Health
Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.