Kompas.com - 20/08/2020, 07:34 WIB
Ilustrasi karbohidrat SHUTTERSTOCKIlustrasi karbohidrat

KOMPAS.com - Karbohidrat adalah sumber bahan bakar yang memasok energi ke otot, jaringan tubuh, sampai ke otak.

Sayangnya, sejumlah orang menjalankan diet rendah karbohidrat untuk menurunkan berat badan secara asal-asalan.

Mereka mengurangi atau menghapus karbohidrat dari deretan menu yang dikonsumsi sehari-hari.

Baca juga: Sumber Karbohidrat Selain Nasi dari Pangan Lokal

Padahal, agar bisa berfungsi optimal, tubuh membutuhkan asupan bergizi seimbang yang terdiri atas karbohidrat, protein, dan lemak.

Menurut Mayo Clinic, rata-rata orang sehat dengan kebutuhan kalori 2.000 kkal membutuhkan karbohidrat sebanyak 225 gram sampai 325 gram

Konsumsi karbohidrat di bawah jumlah tersebut dapat membuat tubuh kekurangan karbohidrat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilansir dari NDTV, berikut beberapa akibat kekurangan karbohidrat yang dirasakan tubuh:

1. Lelah dan lesu sepanjang hari

Kurang darah bukan hanya dikenali dari gejala pucat, letih, lesu.shutterstock Kurang darah bukan hanya dikenali dari gejala pucat, letih, lesu.
Peran utama karbohidrat adalah memberikan energi, terutama untuk otak dan saraf.

Akibat kekurangan karbohidrat, tubuh bisa jadi kurang energi dan merasa lelah sepanjang hari.

Selain itu, tubuh orang yang kekurangan karbohidrat juga bisa mengalami lesu saat digunakan untuk olahraga.

Tubuh orang yang kekurangan karbohidrat kemungkinan besar tak kuat menjalani sesi latihan intensitas tinggi.

Untuk memasok energi yang cukup, baiknya Anda mengonsumsi karbohidrat beberapa saat sebelum berolahraga.

Baca juga: Makanan yang Tidak Boleh Dimakan saat Diet

2. Sembelit

IlustrasiShutterstock Ilustrasi
Biji-bijian, sayuran, kacang-kacangan, dan buah-buahan adalah jenis karbohidrat nabati yang kaya akan serat.

Apabila Anda kekurangan karbohidrat serat, akibatnya tubuh bisa mengalami sembelit.

Untuk mencegah sembelit, pastikan tubuh mendapatkan asupan serat yang cukup setiap hari.

3. Bau mulut

Ilustrasi bau mulutTharakorn Ilustrasi bau mulut
Akibat kekurangan karbohidrat yang dirasakan tubuh lainnya yakni bau napas.

Dalam kondisi kekurangan karbohidrat, tubuh akan membakar cadangan lemak dan protein sebagai bahan bakar.

Proses pembakaran cadangan lemak dan protein ini disebut ketosis.

Sisa atau residu pembakaran ketosis dapat menyebabkan napas berbau tak sedap.

Baca juga: 7 Makanan Pengganti Nasi untuk Diet Sehat

4. Berat badan tak kunjung turun

ilustrasi berat badan tak kunjung turunSHUTTERSTOCK ilustrasi berat badan tak kunjung turun
Alih-alih mengurangi berat badan, kekurangan karbohidrat justru membuat berat badan susah turun.

Saat seseorang mengurangi asupan karbohidrat, organ hati otomatis akan memproduksi gula, sehingga kadar gula darah naik.

Saat gula darah naik, pankreas mengeluarkan hormon insulin yang bisa mengikat lemak.

Akibatnya, tubuh jadi mengikat lebih banyak lemak ketimbang membuangnya.

5. Kerap lapar

Ilustrasi laparShutterstock Ilustrasi lapar
Akibat kekurangan karbohidrat lain adalah perut jadi terasa lapar sepanjang waktu.

Sebagian besar karbohidrat yang kaya serat dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.

Tanpa asupan karbohidrat yang cukup, praktis pasokan serat juga berkurang, dan perut lebih kerap merasa lapar.

Baca juga: Petik Manfaat Oatmeal untuk Diet, Begini Variasi Olahannya

6. Murung dan mudah marah

Ilustrasi marahDigital Vision. Ilustrasi marah
Saat tubuh kekurangan energi dan merasa lapar, praktis Anda jadi merasa mudah marah dan murung.

Selain itu, fungsi karbohidrat yang tak kalah penting adalah memproduksi hormon seretonin.

Zat kimia ini menghasilkan perasaan nyaman dan tenang di otak. Saat kekurangan hormon seretonin, suasana hati bisa berubah menjadi negatif.

Sebelum melakukan diet dengan mengurangi karbohidrat, ada baiknya Anda berkonsultasi kepada dokter ahli gizi. 

Hindari asal-asalan mengurangi takaran atau memangkas seluruh asupan karbohidrat dari menu sehari-hari hanya berbekal petunjuk atau informasi yang belum sahih. 

Pasalnya, kebutuhan karbohidrat dan zat gizi lainnya bagi setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung kondisi kesehatan, jenis kelamin, usia, aktivitas, dan sebagainya.   

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Nyeri Ulu Hati
Nyeri Ulu Hati
PENYAKIT
Iskemia
Iskemia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

Health
8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.