Kompas.com - 06/09/2020, 07:31 WIB
Ilustrasi vitamin C SHUTTERSTOCK/PixelblissIlustrasi vitamin C

KOMPAS.com – Di tengah pandemi Covid-19 dan cuaca yang sering berubah-ubah, konsumsi vitamin C diyakini sangat berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Vitamin larut air ini memang dapat digunakan sel darah putih untuk melawan infeksi dan peradangan.

Selain itu, antioksidan di dalamnya dapat melindungi tubuh dari zat kimia berbahaya dan polusi udara.

Bahkan, vitamin C juga dapat membuat kulit tampak lebih segar dan cerah.

Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Bahaya konsumsi vitamin C berlebih

Meski memiliki banyak manfaat bagi tubuh, vitamin C tetap harus dikonsumsi secara bijak.

Mengonsumsi vitamin C secara berlebih malah bisa berbahaya bagi tubuh, dan tidak jarang dapat menimbulkan penyakit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melansir laman resmi Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI, berikut ini adalah sejumlah gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat konsumsi vitamin C berlebihan:

1. Risiko diare dan muntah-muntah

Sisa pencernaan vitamin C berlebih yang disalurkan melewati usus untuk dibuang dapat menimbulkan permasalahan pada pencernaan.

2. Penyakit batu ginjal

Mengonsumsi vitamin C secara berlebihan akan meningkatkan oksalat dalam uri.

Hal tersebut dapat menghasilkan batu ginjal kalsium oksalat.

Baca juga: 9 Jenis Vitamin dan Mineral yang Disarankan untuk Ibu Hamil

3. Risiko diabetes

Karena memiliki efek kadar gula dalam darah, konsumsi vitamin C yang berlebih dapat berisiko menimbulkan penyakit diabetes.

Bagi Anda yang sudah terjangkiti kencing manis sebaiknya perlu memerhatikan asupan vitamin C, terutama yang bersumber dari suplemen.

4. Gangguan pada proses pengobatan kanker

Vitamin C diketahui dapat berguna sebagai salah satu antioksidan pencegah tumbuhnya kanker.

Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, vitamin C malah dapat menjadi penghambat dari proses penyembuhan penyakit kanker.

5. Masalah lainnya

Kelebihan vitamin C dalam tubuh juga bisa menimbulkan sejumlah masalah lainnya, seperti:

  • Katarak (jika mengonsumsi dalam kadar yang tepat malah bermanfaat mencegah katarak)
  • Berbahaya bagi penderita hemakromatosis karena vitamin C menyerap zat besi dalam jumlah banyak
  • Insomnia

Baca juga: 4 Jenis Tanaman Herbal untuk Alternatif Atasi Perut Buncit

Kebutuhan vitamin C harian

Karena kelebihan vitamin C dapat menimbulkan bahaya, sangat penting bagi siapa saja untuk memahami dosis tepat asupan vitamin ini.

Berikut ini adalah kebutuhan vitamin C harian sesuai usia yang disarankan Pemerintah melalui Peraturan Menteri Kesehatan Republik (PMK) Indonesia No. 28 tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia:

Bayi/anak

  • 0-5 bulan:40 mg
  • 6-11 bulan: 50 mg
  • 1-3 tahun: 40 mg
  • 4-6 tahun: 45 mg
  • 7-9 tahun: 45 mg

Laki-laki

  • 10-12 tahun: 50 mg
  • 13-15 tahun: 75 mg
  • 16-18 tahun: 90 mg
  • 19-29 tahun: 90 mg
  • 30-49 tahun: 90 mg
  • 50-64 tahun: 90 mg
  • 65-80 tahun: 90 mg
  • 80+ tahun: 90 mg

Wanita

  • 10-12 tahun: 50 mg
  • 13-15 tahun: 65 mg
  • 16-18 tahun: 75 mg
  • 19-29 tahun: 75 mg
  • 30-49 tahun: 75 mg
  • 50-64 tahun: 75 mg
  • 65-80 tahun: 75 mg
  • 80+ tahun: 75 mg

Hamil

  • Trimester 1: +10 mg
  • Trimester 2: +10 mg
  • Trimester 3: +10 mg

Menyusui

  • 6 Bulan pertama: +45 mg
  • 6 Bulan kedua: +45 mg

Pemenuhan kebutuhan vitamin C harian pada bayi usia 0-6 bulan harus bersumber dari ASI eksklusif.

Jika dibandingkan dengan beragam iklan yang menawarkan suplemen vitamin C dengan dosis tinggi hingga 1.000 mg, jumlah kebutuhan vitamin C saran pemerintah tersebut memang jauh lebih kecil.

Dalam hal ini, praktisi gizi menyepakati bahwa batas dosis vitamin C yang masih dapat ditoleransi tubuh sampai dengan 2.000 mg per hari.

Untuk meminimalkan risiko kelebihan vitamin C, direkomendasikan untuk mendapatkan asupan vitamin C dari beragam makanan dibandingkan dari suplemen vitamin C.

Baca juga: 14 Makanan yang Mengandung Vitamin C Tinggi

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Health
Fisura Ani

Fisura Ani

Penyakit
Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Health
Perimenopause

Perimenopause

Penyakit
Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Health
Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Penyakit
Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

Health
Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme

Penyakit
5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

Health
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Penyakit
3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

Health
Sakit Lutut

Sakit Lutut

Penyakit
3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.