Kompas.com - 15/09/2020, 15:02 WIB

Beberapa makanan dan minuman yang bisa menyebabkan inkontinensia urine antara lain, yakni:

  • Alkohol
  • Kafein
  • Minuman yang mengalami proses karbonasi atau soda
  • Pemanis buatan
  • Cokelat
  • Cabai
  • Makanan yang banyak memakai bumbu dan banyak gula
  • Makanan yang bersifat asam, seperti jeruk

Sedangkan sejumlah obat-obatan yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami inkontinensia urine, yakni:

  • Obat untuk penyakit jantung dan hipertensi
  • Obat penenang
  • Pelemas otot
  • Suplemen vitamin C dosis tinggi

Baca juga: Batas Konsumsi Vitamin C dan Bahayanya jika Sampai Berlebihan

Sementara itu, inkontinensia urine menetap bisa terjadi karena adanya kondisi atau perubahan fisik seseorang seperti:

  • Kehamilan
  • Proses persalinan
  • Pertambahan usia (degeneratif)
  • Menopause
  • Operasi pengangkatan rahim
  • Pembesaran prostat
  • Kanker prostat
  • Riwayat operasi daerah panggul
  • Sumbatan traktus urinarius
  • Gangguan saraf

Inkontinensia urine menetap juga dapat disebabkan oleh kondisi medis lain, seperti infeksi saluran kencing (ISK) dan konstipasi.

Cara mengobati inkontinensia urine

Terapi inkontinensia urine dapat dilakukan tergantung dari tipe kelainan yang dialami, derajat, dan penyebab yang mendasarinya.

Baca juga: 12 Penyakit Menular Seksual yang Harus Diwaspadai

Penanganan awal pada inkontinensia tekanan, desakan, dan campuran, meliputi:

  • Anjuran untuk memperbaiki gaya hidup, seperti menjaga berat badan ideal, mengurangi asupan kafein, dan berhenti merokok
  • Melakukan terapi fisik atau fisioterapi, seperti latihan otot dasar panggul, penggunaan biofeedback, dan stimulasi elektrik
  • Pengaturan jadwal berkemih
  • Terapi perilaku
  • Pemberian obat-obatan

Sedangkan penanganan awal pada kasus inkontinensia urine luapan dan kontinu bergantung pada sebab yang mendasarinya.

Misalnya, jika penyebab inkontinensia urine karena ada pembesaran prostat jinak, kemungkinan diperlukan tindakan operasi.

Cara mencegah inkontinensia urine

Inkontinensia urine pada dasarnya dapat dicegah sejak dini.

Melansir Medical News Today, berikut ini adalah beberapa cara mencegah inkontinensia urine yang dapat dilakukan:

  • Menjaga berat badan ideal, sehingga tidak memicu penyakit-penyakit lain yang bisa memicu inkontinensia urine
  • Rutin melatih otot dasar panggul
  • Hindari kafein, alkohol, dan makanan yang bersifat asam
  • Konsumsi makanan berserat, untuk mencegah konstipasi yang dapat menyebabkan inkontinensia urin
  • Hindari atau berhenti merokok

Segeralah ke dokter spesialis bedah urologi jika Anda memang mulai merasakan gejala inkontinensia urine.

Baca juga: Penyebab Urine Berbusa dan Cara Mengatasinya

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.