Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/11/2020, 10:08 WIB

KOMPAS.com – Adalah hal yang normal berat badan turun ketika seseorang baru saja mengalami stres, bisa karena pemutusan hubungan kerja (PHK), perceraian, atau kehilangan barang berharga.

Berat badan tersebut sering kali dapat kembali normal ketika seseorang mulai merasa lebih bahagia atau sudah terbiasa dengan perubahan.

Konseling dan dukungan mungkin diperlukan untuk membantu seseorang mencapai tahap ini.

Baca juga: 3 Cara Mengukur Obesitas, Mana yang Terbaik?

Melansir WebMD, penurunan berat badan yang signifikan juga bisa disebabkan oleh gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia.

Anoreksia adalah gangguan makan yang ditandai dengan rasa takut yang berlebihan bila berat badan bertambah dan gangguan persepsi pada bentuk tubuh.

Penderita gangguan perilaku makan ini cenderung untuk membatasi asupan makannya dengan cara melakukan diet yang sangat ketat (membiarkan dirinya mengalami kelaparan).

Sedangkan, bumilia adalah gangguan makan yang ditandai dengan kecenderungan untuk melakukan episode berulang dari makan berlebih, tapi diikuti dengan keinginan memuntahkan kembali makanan yang telah dimakan.

Jika Anda merasa mengalami gangguan makan ini, akan lebih baik jika segera bicarakan dengan seseorang yang Anda percaya dan pertimbangkan untuk berbicara dengan dokter.

Anda kiranya juga perlu menemui dokter apabila mengalami penurunan berat badan drastis yang terjadi secara tidak disengaja, yakni tanpa melalui diet atau olahraga.

Pasalnya, penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas ini bisa menjadi tanda adanya penyakit yang perlu diobati.

Baca juga: 14 Makanan yang Mengandung Vitamin C Tinggi

Lantas, berapa banyak penurunan berat badan yang perlu mendapatkan perhatian?

Melansir NHS, berat badan seseorang dapat berfluktuasi secara teratur, tetapi penurunan berat badan yang terjadi secara terus-menerus dan tidak disengaja lebih dari 5 persen dari berat badan semula dalam 6 sampai 12 bulan biasanya perlu menjadi perhatian.

Kehilangan berat badan sebanyak ini bisa menjadi tanda malnutrisi, di mana pola makan seseorang tidak mengandung jumlah nutrisi yang tepat.

Anda harus memberi perhatian khusus jika mengalami gejala lain, seperti:

  • Kelelahan
  • Kehilangan selera makan
  • Perubahan kebiasaan toilet, seperti sembelit jangka panjang, diare, perubahan ukuran feses, nyeri saat buang air kecil, darah dalam air seni
  • Peningkatan penyakit atau infeksi

Baca juga: 12 Cara Mengatasi Sembelit Secara Alami dan dengan Bantuan Obat

Penurunan berat badan yang tidak disengaja memang tidak selalu memiliki penyebab yang dapat diidentifikasi, tetapi sering kali dapat juga terjadi akibat dari:

  • Depresi
  • Kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme), atau pengobatan tiroid yang kurang aktif
  • Kanker

Meski lebih jarang terjadi, penurunan berat badan yang tidak terduga mungkin bisa juga disebabkan oleh:

  • Efek samping dari obat-obatan tertentu
  • Penyalahgunaan alkohol atau Penyalahgunaan narkoba
  • Penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit paru-paru, atau penyakit liver (penyakit hati)
  • Masalah dengan kelenjar yang mengeluarkan hormon, seperti penyakit Addison atau diabetes yang tidak terdiagnosis
  • Kondisi peradangan jangka panjang, seperti rheumatoid arthritis atau lupus
  • Masalah gigi, seperti kehilangan gigi, menjalani perawatan ortodontik baru, atau sariawan
  • Suatu kondisi yang menyebabkan disfagia (masalah menelan)
  • Masalah dengan usus, seperti sakit maag, penyakit Crohn, kolitis ulserativa atau penyakit celiac
  • Infeksi bakteri, virus atau parasit, seperti gastroenteritis persisten, tuberkulosis (TB) atau HIV dan AIDS
  • Demensia, di mana penderita demensia mungkin tidak dapat mengkomunikasikan kebutuhan makan mereka

Cara penanganan berat badan turun drastis tersebut bergantung pada faktor penyebabnya.

Baca juga: 5 Penyebab PPOK pada Orang Bukan Perokok

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber WebMD,NHS
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+