Kompas.com - 21/12/2020, 06:05 WIB
Ilustrasi gigi kuning LuckyBusinessIlustrasi gigi kuning

KOMPAS.com – Plak gigi adalah lapisan lembut dan lengket yang terbentuk di bagian luar gigi dan di sepanjang garis gusi.

Saat kita makan, bakteri di mulut akan memecah karbohidrat dari makanan menjadi asam.

Ketika zat asam ini bercampur dengan sisa partikel makanan dan air liur, itu akan membentuk plak gigi.

Baca juga: Jangan Disepelekan, Ini Pentingnya Merawat Gigi Susu pada Anak

Jika seseorang tidak mempraktikkan kebersihan gigi yang baik, plak gigi dapat berubah menjadi zat keras berwarna kuning-coklat yang disebut karang gigi.

Tak hanya itu, melansir WebMD, plak gigi yang tidak terurus dan menumpuk dalam waktu yang cukup lama bisa menyebabkan kerusakan gigi dan berbagai kondisi kesehatan gigi serius.

Apa saja?

  • Gigi berlubang
  • Tartar atau kalkulus
  • Priodontitis, yakni infeksi gusi yang merusak gigi, jaringan lunak, dan tulang penyangga gigi
  • Gingivitis dengan gejala gusi bengkak

Sementara, penelitian terbaru mengungkap kemungkinan hubungan antara penyakit gusi dan kondisi kesehatan lainnya, termasuk pneumonia, demensia, dan penyakit jantung.

Oleh sebab itu, penting untuk selalu memberihkan plak gigi agar tidak menumbulkan masalah kesehatan gigi dan mulut lebih lanjut.

Baca juga: Cara Menghilangkan Karang Gigi, Bisakah Dilakukan Sendiri?

Berikut ini adalah beragam cara menghilangkan plak gigi yang baik dipraktikan:

1. Mempraktikkan kebersihan mulut yang baik

Mempraktikkan kebersihan mulut yang baik adalah cara terbaik untuk menghilangkan plak gigi dan karang gigi.

American Dental Association (ADA) merekomendasikan menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluorida.

ADA juga merekomendasikan flossing sekali sehari.

Flossing terlebih dahulu akan menghilangkan sisa makanan dan plak dari sela-sela gigi dan area yang sulit dijangkau.

Setelah flossing, sikat gigi akan menghilangkan plak di permukaan gigi.

Untuk menyikat gigi secara efektif, seseorang dapat:

  • Mulailah di bagian belakang mulut dengan geraham atas
  • Gunakan sapuan kuas melingkar yang pendek
  • Sikat permukaan depan dan belakang semua gigi atas
  • Ulangi langkah 1–3 pada gigi bagian bawah

Baca juga: 6 Bahaya Karang Gigi Jika Dibiarkan Menumpuk

Seseorang dapat mencapai hasil yang luar biasa dengan menggunakan sikat gigi manual.

Namun, tinjauan sistematis pada 2014 menemukan bahwa sikat gigi elektrik, terutama yang memiliki kepala berosilasi lebih efektif dalam menghilangkan plak dan mengurangi radang gusi.

Setelah membersihkan gigi dengan benang dan menyikat gigi, bilas mulut dengan obat kumur.

Banyak obat kumur yang dijual bebas mengandung fluorida untuk perlindungan ekstra terhadap plak.

Orang yang menderita radang gusi mungkin memerlukan jenis obat kumur yang lebih kuat.

Seorang dokter gigi dapat membantu meresepkan obat kumur antiseptik yang lebih manjur daripada yang tersedia di apotek atau tokok.

2. Menyikat dengan baking soda

Melansir Medical News Today, menyikat gigi dengan baking soda adalah cara yang aman dan efektif untuk menghilangkan plak gigi.

Baking soda atau soda kue dapat menghilangkan plak gigi tanpa merusak enamel.

Studi menunjukkan bahwa pasta gigi yang mengandung baking soda mungkin lebih efektif dalam mengurangi jumlah plak di mulut daripada pasta gigi reguler.

Baca juga: 12 Makanan yang Mengandung Vitamin K Tinggi

Baking soda juga melindungi gigi dari demineralisasi, yaitu proses kimiawi yang menghilangkan kalsium dari enamel gigi.

Karbohidrat dari makanan secara drastis dapat menurunkan tingkat pH di mulut, menciptakan lingkungan asam yang menyebabkan demineralisasi.

Ilmuwan mengukur keasaman suatu zat menggunakan skala pH.

Semakin rendah pH, semakin asam zatnya.

Batas bawah pH email berkisar antara 5,1 dan 5,5. Ketika pH turun di bawah kisaran ini, demineralisasi mulai terjadi.

Baking soda dapat mengurangi demineralisasi karena memiliki pH tinggi, yang dapat membantu menyeimbangkan tingkat pH di dalam mulut dan mencegah hilangnya enamel.

Mulut adalah rumah bagi beragam ekosistem bakteri, beberapa di antaranya bermanfaat sementara yang lain dapat berbahaya.

Baca juga: Alasan Makanan Manis Bikin Gigi Berlubang

Streptococcus mutans misalnya, adalah bakteri yang paling bertanggung jawab atas kerusakan gigi.

Baking soda juga memiliki sifat antimikroba yang dapat mencegah kerusakan gigi.

Penelitian menunjukkan bahwa baking soda dapat secara signifikan mengurangi jumlah S. mutans.

3. Oil pulling dengan minyak kelapa

Melansir Health Line, oil pulling adalah cara mudah untuk menghilangkan bakteri dari mulut dan meningkatkan kesehatan mulut.

Oil pulling dilakukan dengan cara berkumur dengan minyak untuk menjaga kesehatan mulut

Minyak kelapa sangat ideal untuk oil pulling karena sifat anti-inflamasi dan antioksidannya.

Minyak kelapa juga mengandung asam laurat, asam lemak dengan sifat antimikroba.

Sebuah studi pada 2015 yang melibatkan 60 remaja penderita gingivitis, menemukan bahwa oil pulling dengan minyak kelapa menghasilkan penurunan plak gigi sebesar 50 persen.

Para peserta penelitian juga mengalami penurunan gejala radang gusi yang signifikan.

Baca juga: 11 Makanan yang Mengandung Lemak Tinggi tapi Justru Menyehatkan

Para peneliti yakin hal ini disebabkan berkurangnya plak gigi.

Langkah atau cara melakukan oil pulling yakni sebagai berikut:

  • Tempatkan 1 sendok makan minyak kelapa hangat di mulut
  • Kumur-kumur minyak kelapa di sekitar mulut selama 20-30 menit
  • Buang minyak kelapa ke tempat sampah atau tisu dapur
  • Seseorang harus menghindari meludah minyak kelapa ke wastafel, karena dapat menyumbat pipa

Selain minyak kelapa, minyak berikut juga efektif untuk oil pulling:

  • Minyak zaitun
  • Minyak almond
  • Minyak wijen

Baca juga: 8 Penyebab Sariawan dan Cara Mengatasinya

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Coxsackie
Coxsackie
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Health
Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Health
5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

Health
Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

Health
Orkitis

Orkitis

Penyakit
14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

Health
Venustraphobia

Venustraphobia

Penyakit
10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

Health
Hernia Epigastrium

Hernia Epigastrium

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.