Kompas.com - 13/02/2021, 06:00 WIB

KOMPAS.com - Selain masalah psikologis, depresi juga bisa terjadi karena adanya masalah pada tiroid.

Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu di pangkal leher.

Kelenjar ini menghasilkan hormon yang mengatur penggunaan energi dan berbagai fungsi dalam tubuh.

Kelenjar tiroid juga membantu mengatur metabolisme tubuh seperti mengatur tekanan darah, suhu darah, dan detak jantung.

Ketika produksi hormon tiroid turun, proses tubuh melambat dan berubah.

Kondisi ini dikenal dengan hipotiroidisme. Salah satu gejala hipotirodisme adalah depresi.

Baca juga: Hati-Hati, Penggunaan Pil KB Bisa Pengaruhi Tiroid

Mengapa gangguan tiroid bisa memicu depresi?

Agar bisa berfungsi optimal, tiroid diatur oleh kelenjar pituitari.

Kelenjar pituitari (kelenjar seukuran kacang yang berada di bawah otak) secara konstan memonitor kadar hormon dalam darah, termasuk yang diproduksi oleh tiroid.

Ketika kadar hormon tiroid dalam darah turun, kelenjar pituitari menggunakan sinyal kimiawi yang dikenal sebagai hormon perangsang tiroid (TSH) untuk mendorong produksi hormon triiodothyronine atau TS dan tiroksin atau T4.

Kelenjar tiroid yang berfungsi normal, bekerja bersama dengan kelenjar pituitari, mengeluarkan T3 dan T4 ke dalam aliran darah dengan kecepatan tetap.

Akan tetapi, kelenjar tiroid pada penderita hipotiroidisme tidakdapat merespon TSH dengan maksimal.

Akibatnya, kadar T3 dan T4 dalam darah tetap rendah. Hal ini juga mengakibatkan banyak organ dan sistem internal melambat, menciptakan berbagai gejala - termasuk depresi.

Orang yang berusia di atas 60 tahun mungkin hanya memiliki satu gejala - seperti gangguan mood atau kesulitan berkonsentrasi.

Bagaimana mengatasinya?

Jika Anda merasa depresi, sebaiknya temui dokter untuk memastikan penyebabnya.

Diagnosis yang tepat adalah langkah penting untuk mendapatkan pengobatan dan mempercepat penyembuhan.

Kebanyakan orang dengan hipotiroidisme merespons pengobatan secara positif.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk penyembuhan tergantung pada kondisi masing-masing individu.

Baca juga: 7 Kebiasaan yang Kerap Dilakukan Penderita Depresi

Akan tetapi, orang berusia lanjut mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk merespons pengobatan, karena dosis obat tiroid perlu ditingkatkan secara perlahan untuk menghindari tekanan pada jantung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.