Kompas.com - 08/04/2021, 08:06 WIB
Anak yang sedang di vaksin oleh petugas posyandu dengan protokol kesehatan (Dok. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI) Anak yang sedang di vaksin oleh petugas posyandu dengan protokol kesehatan

KOMPAS.com – Adanya ancaman tertular virus corona bersama dengan kebijakan dari pemerintah untuk membatasi aktivitas di luar rumah, menjaga jarak, bekerja dari rumah, memakai masker, dan protokol kesehatan (prokes) lainnya membuat banyak posyandu menghentikan sementara aktivitasnya.

Padahal peran posyandu ini sangat diperlukan untuk menekan atau mencegah kejadian stunting.

Stunting adalah kekurangan gizi dalam jangka waktu panjang yang menyebabkan tinggi anak sulit bertambah hingga kerdil.

Baca juga: Ancaman Anak Kerdil Kala Pandemi…

Kondisi medis ini bahkan bukan hanya berdampak pada perkembangan fisik anak, tapi juga kognitif.

Oleh sebab itu, perlu diambil langkah-langkah untuk menyeimbangkan kebutuhan penanganan Covid-19 dan tetap memastikan kelangsungkan pelayanan kesehatan esensial pada balita tetap berjalan.

Bagaimanapun, peningkatan prevalensi stunting sebisa mungkin harus bisa ditekan karena berpotensi menyia-nyiakan bonus demografi di Indonesia yang akan mencapai puncaknya pada 2030.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika tidak ada kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), mobilisasi penduduk antar wilayah sangat minimal, dan belum ada transmisi lokal virus corona, maka pelayanan kesehatan rutin balita sehat di posyandu dapat diselenggarakan dengan mematuhi prinsip pencegahan infeksi dan physical distancing.

Merangkum Buku Panduan Pelayanan Kesehatan Balita Pada Masa Tanggap Darurat Covid-19 terbitan Kemenkes pada 2020, berikut ini adalah panduan pelaksanaan posyandu di saat pandemi Covid-19 yang bisa diikuti oleh masyarakat:

  1. Beroperasi atau tidaknya posyandu diserahkan kepada kebijakan pemerintah daerah (lurah)
  2. Kader posyandu harus dalam kondisi sehat, terutama tidak menunjukkan gejala batuk, pilek, dan demam
  3. Kader posyandu memakai masker serta sarung tangan
  4. Anak-anak dan orang tua anak juga harus dalam kondisi sehat, terutama tidak menunjukkan gejala batuk, pilek, dan demam. Kader bisa membantu memastikan hal ini dengan mengukur suhu tubuh yang diperkenankan ≤ 37,5 derajat Celcius
  5. Meja tidak berdekatan (minimal 1 meter) dan disediakan fasilitas mencuci tangan yang baik atau cairan pembersih tangan (disinfektan)
  6. Orang tua bayi dan balita membawa kain atau sarung sendiri untuk keperluan penimbangan berat badan
  7. Atur jadwal layanan maksimal 10 orang di area layanan posyandu
  8. Jika ada penyuntikan imuniasi untuk anak, anak harus menunggu di luar area posyandu atau tempat terbuka sekitar 30 menit sebelum pulang

Baca juga: 5 Cara Mencegah Stunting pada Anak

Saran jika posyandu tidak melakukan pelayanan saat pendemi Covid-19:

  1. Pemantauan tumbuh kembang anak secara mandiri oleh orang tua dengan panduan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
  2. Pemantauan balita berisiko, pelayanan imunisasi, vitamin A, obat cacing dapat dilakukan temu janti terlebih dahulu dengan fasilitas kesehatan atau dilakukan kunjungan rumah

Standar pelayanan balita sakit di puskesmas:

  1. Pasien anak dan pengantar pasien diwajibkan menggunakan masker
  2. Tenaga kesehatan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai
  3. Menerapkan triage dan memisahkan ruang tunggu dan klinik pemeriksaan antara anak yang memiliki riwayat kontak dengan orang lain yang dicurigai atau menderita Covid-19, atau ada keluhan batuk, pilek, sakit tenggorok, demam, dengan anak tidak ada riwayat kontak atau tidak ada keluhan batuk, pilek, sakit tenggorok dan demam
  4. Alur pelayanan untuk menghindari penumpukan pasien
  5. Memastikan akses pasien terhadap fasilitas cuci tangan (air bersih dan sabun, atau hand sanitizer dengan kandungan alkohol 70 persen) selama berada di Puskesmas
  6. Mengatur meja pelayanan tidak berdekatan (petugas berjarak minimal 1 meter)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bercak Mongol

Bercak Mongol

Penyakit
Amankah Melakukan Vaksinasi Flu saat Sedang Sakit?

Amankah Melakukan Vaksinasi Flu saat Sedang Sakit?

Health
Floaters

Floaters

Penyakit
Mengapa Kolesterol Tinggi Dapat Menyebarkan Sel Kanker?

Mengapa Kolesterol Tinggi Dapat Menyebarkan Sel Kanker?

Health
Anemia Sel Sabit

Anemia Sel Sabit

Penyakit
14 Gejala Faringitis yang Perlu Diwaspadai

14 Gejala Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nyeri Otot

Nyeri Otot

Penyakit
11 Penyebab Sakit Tenggorokan Sebelah yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Sakit Tenggorokan Sebelah yang Bisa Terjadi

Health
 4 Makanan untuk Meningkatkan Mood

4 Makanan untuk Meningkatkan Mood

Health
4 Gejala Kanker Payudara Metastasis yang Umum Terjadi

4 Gejala Kanker Payudara Metastasis yang Umum Terjadi

Health
7 Gejala Kanker Ovarium, Wanita Perlu Waspada

7 Gejala Kanker Ovarium, Wanita Perlu Waspada

Health
Gangguan Stress Pascatrauma (PTSD)

Gangguan Stress Pascatrauma (PTSD)

Penyakit
5 Manfaat Sunat untuk Kesehatan Laki-laki

5 Manfaat Sunat untuk Kesehatan Laki-laki

Health
Eklampsia

Eklampsia

Penyakit
13 Cara Mengatasi Sakit Perut saat Haid Pakai Obat dan Secara Alami

13 Cara Mengatasi Sakit Perut saat Haid Pakai Obat dan Secara Alami

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.