Kompas.com - 28/04/2021, 18:15 WIB
Ilustrasi antibiotik SHUTTERSTOCK/ESB ProfessionalIlustrasi antibiotik

Resistensi antibiotik terjadi ketika kuman seperti bakteri dan jamur mengembangkan kemampuan untuk mengalahkan obat yang dirancang untuk membunuhnya.

Artinya, kuman tidak mati dan terus berkembang.

Infeksi yang disebabkan oleh kuman yang kebal antibiotik sulit disembuhkan dan terkadang tidak bisa diobati.

Dalam kebanyakan kasus, infeksi yang resistan terhadap antibiotik memerlukan perawatan di rumah sakit yang lebih lama serta biaya pengobatan yang lebih mahal.

Bagaimana cara mencegahnya?

Penyebab utama resistensi antibiotik adalah penggunaan antibiotik yang berlebihan serta pengendalian infeksi yang buruk.

Baca juga: Yang Terjadi Pada Tubuh saat Kita Mengonsumsi Alkohol

Karena itu, kita perlu melakukan langkah pencegahan sedari dini. Berikut langkah untuk mencegah resistensi antibiotik:

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Jangan konsumsi antibiotik jika tidak terlalu penting atau tidak disarankan oleh dokter.
  • Selalu ikuti resep saat menggunakan antibiotik.
  • Jangan pernah membagikan atau menggunakan antibiotik sisa.
  • Cegah infeksi dengan mencuci tangan secara teratur, menyiapkan makanan secara higienis, menghindari kontak dekat dengan orang sakit, melakukan hubungan seks yang lebih aman, dan rutin vaksinasi.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X