Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/05/2021, 20:00 WIB

Dokter biasanya dapat mendiagnosis asma dengan menanyakan gejala dan melakukan beberapa tes sederhana.

Pemicu asma

Penyebab asma sampai saat ini tidak diketahui. Meski begitu, ada beberapa hal yang dapat memicu terjadinya serangan asma.

Dilansir dari NHS, Asma dapat dipicu oleh beberapa hal, di antaranya:

  • Alergi (terhadap debu, makanan tertentu, bulu binatang, atau serbuk sari)
  • Obat-obatan tertentu serperti penghilang nyeri, aspirin, dan ibuprofen
  • Asap rokok, polusi, atau udara dingin
  • Stres, semisi tertentu
  • Cuaca atau perubahan suhu
  • Kelembapan
  • Olahraga
  • Infeksi virus atau bakteri

Mengindentifikasi pemicu serangan asma dapat membantu kita mengatasi dan mengendalikan gejalanya.

Faktor risiko

Selain pemicu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan asma.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap asma adalah:

Baca juga: Gejala Penyakit Asma dan Penyebabnya

  • Memiliki riwayat alergi
  • Keturunan atau faktor genetik
  • Memiliki riwayat infeksi paru-paru seperti bronkiolitis
  • Terpapar asap rokok saat kecil
  • Ibu merokok saat mengandung
  • Lahir secara prematur atau dengan berat lahir rendah
  • Pekerjaan tertentu

Perawatan asma

Seperti yang dijelaskan di atas, asma tidak dapat disembuhkan. Dengan kata lain, tidak ada obat untuk kondisi ini.

Meski begitu, perawatan dapat membantu mengendalikan gejala yang muncul sehingga orang dengan asma dapat berkativitas secara normal.

Salah satu perawatan yang sering digunakan untuk asma adalah inhaler.

Inhaler adalah alat yang membuat Anda menghirup obat. Alat ini dapat meringankan gejala yang dirasakan atau bahkan menghentikan gejala tersebut.

Selain inhaler, beberapa orang juga mungkin memerlukan obat-obatan oral.

Perawatan lain yang mungkin diperlukan seperti suntikan, prosedur operasi bedah, hingga terapi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+