Kompas.com - 11/05/2021, 18:00 WIB
Ibu hamil dalam kondisi sehat dan bahagia diperbolehkan berpuasa. SHUTTERSTOCKIbu hamil dalam kondisi sehat dan bahagia diperbolehkan berpuasa.

KOMPAS.com - Lupus adalah penyakit yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ tubuh kita sendiri.

Kondisi ini tergolong penyakit autoimun yang bisa memicu peradangan di seluruh tubuh.

Peradangan yang terjadi bisa berdampak fatal pada persendian, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung, dan paru-paru.

Baca juga: Progeria, Sindrom yang Membuat Anak-Anak Memiliki Fisik Bak Orang Tua

Lupus dan kehamilan

Penyakit lupus seringkali muncul ketika penderitanya memasuki masa reproduksi.

Karena itu, banyak orang bertanya-tanya apakah aman untuk hamil saat menderita lupus?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kabar baiknya, ahli reumatologi Sukanya Pachaidee mengatakan, hamil ketika mengalami lupus adalah hal yang aman.

Namun, ada risiko komplikasi yang lebih tinggi bagi ibu dan bayi yang sedang berkembang.

“Penting untuk menanggapinya dengan serius dan merencanakan kehamilan yang aman ke depannya," ucap Pachaidee.

Risiko kehamilan dengan lupus

Seperti yang disebutkan sebelumnya, lupus adalah kondisi autoimun di mana sistem kekebalan menyerang jaringan yang sehat.

Hal ini dapat menyebabkan masalah di banyak bagian tubuh, termasuk kulit, persendian, ginjal, paru-paru, darah, dan jantung.

Namun, lupus tidak memengaruhi kesuburan wanita.

Wanita penderita lupus masih mungkin untuk hamil seperti wanita pada umumnya.

Tapi, semua kehamilan pada wanita penderita lupus dianggap berisiko tinggi.

Bukan berarti setiap wanita penderita lupus akan mengalami komplikasi kehamilan.

Hanya saja, ada kemungkinan masalah yang lebih tinggi, terutama pada wanita yang gejala lupusnya tidak terkendali.

Komplikasi kehamilan lebih mungkin terjadi pada wanita yang memiliki:

  • Penyakit ginjal.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Riwayat penggumpalan darah.
  • Riwayat trombosit rendah.

Baca juga: Punya Gejala Serupa, Apa Beda Sindrom Asperger dan Autisme?

Ibu hamil yang menderita lupus sangat rentan mengalami preeklamsia dan sindrom HELLP atau komplikasi yang memengaruhi hati dan darah. Fungsi ginjal mereka juga rentan terganggu.

Baca juga: Punya Gejala Serupa, Apa Beda Sindrom Asperger dan Autisme?

Pada bayi, lupus juga meningkatkan risiko berikut:

  • Pertumbuhan janin melambat.
  • Keguguran atau lahir mati.
  • Lahir prematur.
  • Lupus neonatal, suatu kondisi langka di mana antibodi dari ibu bekerja pada bayi yang sedang berkembang.

Meskipun semua ini terdengar menakutkan, banyak wanita penderita lupus yang kehamilannya benar-benar lancar dan sehat.

Karena itu, wanita penderita lupus yang sedang merencanakan kehamilan harus memahami riiskonya.

Semua itu penting agar bisa melakukan langkah-langkah pencegahan.

"Bila Anda menderita lupus, gunakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan," kata Pachaidee.

Jika Anda memutuskan untuk mencoba memiliki momongan, bicarakan dengan dokter untuk memastikan keamanannya sebelum Anda menghentikan pemakaian alat kontrasepsi.

Beberapa obat lupus aman digunakan selama kehamilan, tetapi adapula yang tidak.

Karena itu, penting melakukan konsultasi saat merencanakan kehamilan.

"Jika Anda mengonsumsi obat yang tidak aman untuk janin, dokter dapat membantu Anda menemukan alternatif sebelum Anda hamil," ucap Pachaidee.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Obat Eksim Alami yang Bisa Dijajal di Rumah

10 Obat Eksim Alami yang Bisa Dijajal di Rumah

Health
Regurgitasi Aorta

Regurgitasi Aorta

Penyakit
Mengenal Double Pneumonia, ketika Infeksi Menyerang Kedua Paru

Mengenal Double Pneumonia, ketika Infeksi Menyerang Kedua Paru

Health
Apakah Susu Efektif untuk Mencegah Osteoporosis?

Apakah Susu Efektif untuk Mencegah Osteoporosis?

Health
Gangguan Makan

Gangguan Makan

Penyakit
Cara Meredakan Sakit Akibat Gigi Bungsu Tumbuh

Cara Meredakan Sakit Akibat Gigi Bungsu Tumbuh

Health
5 Hal yang Bisa Membuat Gula Darah Melonjak

5 Hal yang Bisa Membuat Gula Darah Melonjak

Health
Iktiosis

Iktiosis

Penyakit
Kenali Pendarahan Implantasi, Tanda-tanda Awal Kehamilan

Kenali Pendarahan Implantasi, Tanda-tanda Awal Kehamilan

Health
6 Cara Tingkatkan Daya Tahan Tubuh untuk Hindari DBD

6 Cara Tingkatkan Daya Tahan Tubuh untuk Hindari DBD

Health
Hepatitis C

Hepatitis C

Penyakit
Cara Mengatasi Kuku Mengelupas

Cara Mengatasi Kuku Mengelupas

Health
Achondroplasia

Achondroplasia

Penyakit
Apakah Mengeluarkan Sperma Terlalu Sering Mengakibatkan Osteoporosis?

Apakah Mengeluarkan Sperma Terlalu Sering Mengakibatkan Osteoporosis?

Health
Trikomoniasis

Trikomoniasis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.