Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Gejala Syok Septik yang Perlu Diwaspadai

Kompas.com - 21/05/2021, 06:00 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

  1. Menurunnya frekuenasi maupun jumlah urine atau kencing
  2. Kebingungan akut
  3. Pusing
  4. Masalah pernapasan yang parah
  5. Perubahan warna kebiruan pada jari atau bibir (sianosis)
  6. Tekanan darah rendah (hipotensi)
  7. Kebutuhan obat untuk menjaga tekanan darah sistolik lebih dari atau sama dengan 65 mmHg
  8. Kadar asam laktat dalam darah (serum laktat) tinggi yang bisa menjadi indikator sel-sel tidak menggunakan oksigen secara benar

Jika mencurigai mengalami gejala syok septik, seseorang penting untuk segera menemui dokter.

Baca juga: 4 Jenis Syok yang Bisa Sebabkan Kematian

Tapi, tentu akan lebih baik jika orang-orang dapat lebih dulu mewaspadai gejala sepsis. Tindakan ini penting untuk mencegah sepsis berkembang menjadi sepsis parah dan memicu syok septik.

Berikut ini adalah beberapa gejala sepsis awal yang sebaiknya tidak diabaikan:

  • Demam biasanya lebih tinggi dari 38 derajat Celcius
  • Suhu tubuh rendah (hipotermia)
  • Detak jantung cepat
  • Napas cepat atau lebih dari 20 napas per menit

Sepsis dapat dengan cepat berkembang menjadi syok septik dan kematian apabila tidak ditangani secara tepat.

Beberapa jenis infeksi yang bisa menyebabkan sepsis dan berisiko menimbulkan syok septik di antaranya adalah infeksi pada saluran napas dan paru-paru, infeksi saluran pencernaan, infeksi saluran kemih, dan infeksi saluran reproduksi.

Dalam penanganan sepsis, dokter biasanya akan menggunakan sejumlah obat.

Beberapa obat berikut mungkin akan diresepkan dokter:

  • Antibiotik via intravena (IV) untuk melawan infeksi
  • Obat vasoaktif untuk meningkatkan tekanan darah
  • Insulin untuk menstabilkan gula darah
  • Kortikosteroid untuk mengurangi peradangan obat penghilang rasa sakit

Sepsis yang parah mungkin juga memerlukan cairan IV dalam jumlah besar. Di samping itu, prosedur lain mungkin juga diperlukan.

Misalnya, penderita yang mengalami gagal ginjal mungkin memerlukan terapi dialisis (cuci darah).

Baca juga: Sepsis: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Dengan prosedur dialisis, mesin dapat menyaring limbah berbahaya, garam, dan kelebihan air dalam darah.

Dalam beberapa kasus sepsis, pembedahan mungkin diperlukan untuk menghilangkan sumber infeksi.

Prosedur ini termasuk mengeringkan abses berisi nanah atau mengangkat jaringan yang terinfeksi.

 

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau