Kompas.com - 01/06/2021, 18:00 WIB

KOMPAS.com - Kondisi hamil anggur adalah momok bagi setiap pasangan yang tengah mendambakan momongan.

Masalah kesehatan ini bisa berujung keguguran, atau kehamilan tidak bisa berlanjut karena janin tidak dapat tumbuh dengan normal.

Dilansir dari Verywell Health, hamil anggur adalah komplikasi kehamilan yang disebabkan kelainan kromosom selama pembuahan.

Baca juga: 4 Ciri -ciri Hamil Anggur, Ibu Hamil Perlu Tahu

Kondisi ini mengakibatkan pertumbuhan jaringan plasenta terganggu. Alih-alih berkembang menjadi janin, di rahim tumbuh tumor yang berisi kumpulan kista mirip anggur.

Berikut penjelasan lebih lanjut kapan hamil anggur bisa diketahui dan bagaimana deteksinya.

Berapa bulan hamil anggur bisa diketahui?

Tak mudah mengenali komplikasi kehamilan ini karena hamil anggur jarang menunjukkan gejala tertentu.

Namun, hamil anggur sebenarnya sudah bisa dideteksi saat kandungan memasuki usia dua bulan.

Melansir Mayo Clinic, saat dilakukan pemeriksaan, hamil anggur akan terlihat seperti ciri-ciri berikut:

  • Tidak ada embrio atau janin yang berkembang
  • Tidak ada cairan ketuban
  • Plasenta berupa jaringan kista mirip anggur yang memenuhi rahim
  • Ada kista ovarium

Atau, ciri-ciri hamil anggur lainnya yakni:

  • Janin sangat kecil
  • Cairan ketuban sedikit
  • Plasenta tampak tidak normal

Jika dokter mendeteksi ada indikasi hamil anggur, dokter kemungkinan juga melakukan pemeriksaan preeklamsia, hipertiroid, sampai anemia.

Baca juga: Kenali Penyebab Hamil Anggur dan Faktor Risikonya

Cara mendeteksi hamil anggur

Selain pemeriksaan fisik dan riwayat medis pasien, ada beberapa cara mendeteksi hamil anggur. Melansir NewsMedical, berikut beberapa di antaranya:

  • Pemeriksaan panggul untuk melihat kondisi rahim, leher rahim, dan kesehatan vagina
  • Pemindaian ultrasonografi (USG) panggul untuk melihat ada tidaknya jaringan abnormal di dalam rahim
  • Tes darah untuk melihat tingkat hormon pertumbuhan atau HCG
  • Tes urine untuk melihat kadar hormon pertumbuhan atau HCG dalam urine

Hamil anggur umumnya tidak dapat dilanjutkan. Untuk mencegah komplikasi, jaringan plasenta abnormal juga perlu diangkat.

Setelah perawatan untuk hamil anggur selesai, dokter biasanya akan memantau kadar HCG di tubuh pasiennya sampai satu tahun. Tujuannya, untuk memastikan tidak ada lagi jaringan kista yang tertinggal.

Setelah dinyatakan rahim siap dan kadar HCG terkontrol, dokter biasanya akan memberikan lampu hijau pasien siap hamil lagi.

Baca juga: Setelah Keguguran, Kapan Bisa Hamil Lagi?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.