Kompas.com - 26/06/2021, 13:31 WIB

KOMPAS.com - Ibu hamil merupakan salah satu pihak yang rentan terkena Covid-19.

Hal ini disebabkan, imunitas ibu hamil cukup rendah sehingga sangat mudah terkena infeksi virus.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui risiko yang mungkin ditimbulkan ketika ibu hamil terkena Covid-19.

Menurut Pusat Pengendalian dan Perlindungan Penyakit AS (CDC), wanita hamil dan baru saja hamil lebih mungkin untuk sakit parah akibat COVID-19 dibandingkan dengan orang yang tidak hamil.

Baca juga: Kapan Sebaiknya Tes Antigen dan PCR Covid-19? Begini Penjelasan Dokter

Perubahan yang terjadi pada tubuh selama kehamilan dapat meningkatkan risiko penyakit parah akibat infeksi Covid-19 dan dapat berlanjut setelah kehamilan.

Misalnya, peningkatan risiko pembekuan darah selama kehamilan dapat berlanjut setelah kehamilan sehingga meningkatkan risiko penyakit parah.

Faktor lain juga dapat meningkatkan risiko ibu hamil untuk mengalami penyakit parah akibat Covid-19, seperti diabetes, darah tinggi, dan kondisi medis lainnya.

Orang hamil dengan Covid-19 juga memiliki peningkatan risiko kelahiran prematur (melahirkan bayi lebih awal dari 37 minggu).

Selain itu, mungkin berisiko lebih tinggi untuk hasil buruk lainnya, yakni keguguran.

Selain menjangkiti ibu hamil, Covid-19 juga dapat menular pada bayi yang baru lahir meski kasusnya sangat jarang terjadi.

Baca juga: Benarkah Mata Merah Bisa Jadi Gejala Covid-19?

Meski demikian, sampai saat ini belum diketahui bagaimana bayi tertular virus SARS-CoV-2 tersebut.

Para ahli belum mengetahui apakah bayi tertular virus sebelum, selama, atau setelah melahirkan.

Ketika diteliti, dalam air ketuban wanita hamil yang positif Covid-19 tidak ditemukan virus SARS-CoV-2.

Jadi, kemungkinan bayi terkena Covid-19 setelah lahir.

Sebagian besar bayi baru lahir yang dites positif Covid-19 memiliki gejala ringan atau tanpa gejala dan sembuh.

Namun, ada beberapa laporan bayi baru lahir dengan penyakit Covid-19 yang parah.

Untuk mengurangi risiko bayi tertular, setelah melahirkan, sebaiknya ibu dirawat terpisah dengan bayi.

Baca juga: Memahami Kaitan Diabetes dan Covid-19

Meski demikian, ibu masih bisa memberikan air susu ibu (ASI) kepada bayi mereka.

Ibu tidak perlu takut bayi akan tertular Covid-19 karena SARS-CoV-2 tidak ada dalam ASI.

Ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan ibu menyusui dengan Covid-19.

Pertama, ibu harus menaati protokol kesehatan, seperti mencuci tangan secara benar.

Kedua, ibu harus mengenakan masker ketika menyusui dan saat berada dalam jarak 1 meter dengan bayinya.

Ketiga, ibu bisa menggunakan cara pumping atau memompa ASI untuk menghindari kontak dengan bayi.

Saat melakukan pumping, ibu juga harus mengenakan masker dan mencuci tangan agar virus tidak masuk ke susu atau peralatan pumping.

Keempat, usahakan ada orang lain yang mengasuh bayi selama ibu masih positif Covid-19.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi kontak dengan bayi.

 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.