Kompas.com - 30/07/2021, 15:02 WIB
Ilustrasi paranoia Ilustrasi paranoia

KOMPAS.com - Paranoia adalah proses berpikir yang dapat mengakibatkan orang mengalami ketidakpercayaan dan kecurigaan yang irasional terhadap orang lain.

Pola pemikiran delusi ini mungkin melibatkan perasaan penganiayaan, membuat seseorang berpikir bahwa mereka berada dalam keadaan bahaya yang konstan.

Sementara pikiran paranoid sesekali biasa terjadi, jika seseorang mengalaminya untuk waktu yang lama, itu mungkin merupakan gejala dari kondisi kesehatan mental.

Merangkum dari Medical News Today, paranoia mengacu pada pikiran dan perasaan irasional dan gigih yang menyebabkan seseorang percaya bahwa orang lain mencoba untuk menyakiti, menipu, atau mengeksploitasi mereka.

Ini mungkin melibatkan orang yang merasa bahwa orang lain sedang menonton, mendengarkan, atau mengikuti mereka, meskipun ada sedikit atau tidak ada bukti yang menunjukkan hal ini.

Ketidakpercayaan yang tidak berdasar ini dapat mempersulit orang dengan paranoia untuk berfungsi secara sosial atau membentuk hubungan dekat.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Paranoia: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya
Paranoia adalah proses berpikir yang dapat mengakibatkan orang mengalami ketidakpercayaan dan kecurigaan yang irasional terhadap orang lain.
Bagikan artikel ini melalui

Baca juga: Bukan Cuma Berat, Rindu Juga Berdampak Buruk Pada Kesehatan Mental

Beberapa orang mungkin menyebut pikiran paranoid sebagai delusi, yakni saat pikiran irasional dan keyakinan salah menjadi begitu teguh sehingga bahkan bukti yang bertentangan pun tidak dapat meyakinkan seseorang bahwa apa yang mereka pikirkan itu tidak benar.

Sementara pikiran paranoid ringan relatif umum, mengalami paranoia jangka panjang dapat mengindikasikan kondisi kesehatan mental.

Namun, penting untuk dicatat bahwa paranoia tidak selalu menunjukkan kondisi kesehatan mental.

Gejala

Gejala paranoia dapat bervariasi, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Health
10 Faktor Risiko Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Faktor Risiko Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Bentuk Puting Tidak Normal

Bentuk Puting Tidak Normal

Penyakit
11 Penyebab Radang Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

11 Penyebab Radang Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Jari Tangan Kaku

Jari Tangan Kaku

Penyakit
Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Hipotermia

Hipotermia

Penyakit
Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Kaki Bengkak

Kaki Bengkak

Penyakit
7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Perut Terasa Panas

Perut Terasa Panas

Penyakit
Apa Penyebab Terjadinya Tumor Otak?

Apa Penyebab Terjadinya Tumor Otak?

Health
Infeksi Bakteri

Infeksi Bakteri

Penyakit
15 Vitamin dan Mineral untuk Mengurangi Risiko Depresi

15 Vitamin dan Mineral untuk Mengurangi Risiko Depresi

Health
Kulit Mengelupas

Kulit Mengelupas

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.