Kompas.com - 17/08/2021, 09:01 WIB

KOMPAS.com - Agar penyakitnya terkontrol, penderita batu empedu perlu menjaga makanan yang dikonsumsi setiap hari.

Melansir Patient, penyakit batu empedu terjadi ketika kolesterol atau endapan kalsium terbentuk di kantong empedu.

Fungsi kantong empedu utamanya untuk mencerna makanan. Organ ini bertugas mengumpulkan dan menyimpan empedu, lalu melepaskan empedu ketika makanan memasuki usus kecil.

Kantong empedu membantu pencernaan dengan cara menghasilkan garam dan zat lain yang dapat memecah lemak.

Baca juga: Batu Empedu: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Ketika batu empedu menyumbat saluran penghubung kantong empedu ke usus kecil, penderita bisa merasakan ciri-ciri penyakit batu empedu seperti sakit perut, kembung, mual, dan muntah.

Kendati penyakit ini hanya bisa disembuhkan dengan operasi, namun menjaga pola makan penting bagi penderita batu empedu.

Apabila pola makannya tidak dijaga, penderita batu empedu bisa membentuk batu yang lebih besar dan merasakan nyeri hebat sebelum penyakitnya diangkat atau dioperasi.

Melansir Healthgrades, berikut beberapa makanan pantangan penyakit batu empedu yang perlu dihindari penderitanya:

1. Daging berlemak dan daging olahan

Pantangan penderita batu empedu utamanya adalah daging berlemak dan segala jenis daging olahan seperti sosis, kornet, burger, pepperoni, dll.

Penderita boleh saja makan daging merah, tapi pastikan pilih bagian daging yang minim lemak seperti has dalam.

Atau, agar lebih aman penderita juga bisa menggantinya dengan daging ayam tanpa kulit.

Baca juga: 4 Ciri-ciri Sakit Batu Empedu, Termasuk Sakit Perut Sebelah Kanan

2. Ikan kalengan

Ikan tuna dan sarden segar sebenarnya sehat dikonsumsi karena mengandung asam lemak omega 3 yang baik untuk kesehatan.

Namun, ikan tuna sampai sarden kalengan cenderung lebih berlemak karena ditambah banyak minyak untuk proses pengawetan alami.

Penderita batu empedu perlu menghindari segala jenis ikan kalengan. Konsumsi ikan segar seperti kembung, tongkol, tuna, atau teri segar.

3. Susu dan produk susu tinggi lemak

Susu, mentega, keju, yogurt yang tinggi lemak termasuk makanan pantangan penderita batu empedu.

Jika terpaksa ingin minum susu dan produk susu lainnya, pilih jenis yang rendah lemak.

Bila perlu ganti dengan produk nabati yang lebih minim lemak misalkan susu kedelai, susu almond, dll.

Baca juga: Penyebab Penyakit Batu Empedu dan Faktor Risikonya

4. Segala macam olahan tepung terigu

Roti tawar, pasta, atau segala macam olahan yang dibuat dari tepung terigu tidak membantu mengurangi risiko terbentuknya batu empedu.

Penderita penyakit batu empedu lebih disarankan memilih makanan tinggi serat seperti roti gandum utuh, multigrain, atau oat masak.

5. Hidangan pencuci mulut

Hidangan penutup manis seperti aneka kue dan cake tak hanya tinggi gula. Namun, makanan ini biasanya juga tinggi lemak karena dibuat dari mentega, susu, dan bahan lainnya.

Sebagai gantinya, coba ganti kebiasaan mengonsumsi hidangan penutup dengan buah segar.

Baca juga: 3 Cara Mengobati Batu Empedu

6. Gorengan

Selain menghindari makanan pantangan penderita batu empedu di atas, ada baiknya Anda juga memperhatikan cara memasak.

Hindari segala jenis gorengan karena biasanya tinggi lemak. Pilih makanan yang diolah dengan cara sehat seperti dikukus, direbus, atau dipanggang.

Untuk meminimalkan penggunaan minyak saat memasak, gunakan takaran bukan dituang.

Takaran minyak yang baik disarankan tak lebih dari satu sendok teh per orang. Usahakan hanya menggunakan minyak hanya untuk menumis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

Health
Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Health
Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Health
Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Health
9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.