Kompas.com - 31/08/2021, 13:00 WIB

Penggunaan jangka panjang juga telah dikaitkan dengan perubahan fungsi ginjal, organ yang merupakan kunci pengaturan tekanan darah.

NSAID yang perlu diperhatikan termasuk ibuprofen dan naproxen.

Baca juga: Paracetamol atau Ibuprofen, Mana yang Lebih Baik untuk Obat Demam?

2. Asetaminofen

Acetaminophen atau paracetamol sering digunakan untuk mengobati banyak gejala yang sama seperti ibuprofen dan naproxen, tetapi bekerja dengan cara yang berbeda.

Sebagai analgesik non-aspirin, paracetamol memiliki struktur kimia yang berbeda dari NSAID dan juga cenderung memiliki efek peradangan yang lebih rendah.

Meskipun pada umumnya aman, salah satu kekhawatiran tentang penggunaan paracetamol adalah efeknya pada hati.

Penggunaan paracetamol jangka panjang atau penggunaan berlebihan berisiko menyebabkan kerusakan hati, yang pada gilirannya dapat menyebabkan kondisi yang disebut hipertensi portal.

Baca juga: 3 Obat Penurun Panas yang Bisa Dibeli Tanpa Resep

Dengan hipertensi portal, peningkatan tekanan darah di hati berubah menjadi peningkatan tekanan darah di seluruh tubuh.

Ingat kembali, bahwa ketika digunakan dengan tepat, paracetamol cenderung memiliki dampak yang lebih rendah pada tekanan darah jika dibandingkan dengan NSAID.

3. Dekongestan untuk meredakan hidung tersumbat

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.