Kompas.com - 31/08/2021, 13:00 WIB

Dekongestan bekerja dengan memperlambat produksi lendir yang dapat menyumbat saluran pernapasan.

Obat-obatan melakukan hal ini dengan menyebabkan penyempitan pembuluh darah di hidung dan sinus, membuka saluran udara, dan mengurangi sensasi kepenuhan yang disebabkan oleh alergi atau pilek (selesma).

Kebanyakan dekongestan mengandung pseudoefedrin atau fenilefrin, stimulan yang diketahui dapat meningkatkan tekanan darah.

Ketika digunakan dengan tepat dalam waktu singkat, dekongestan sebagian besar aman dan efektif.

Namun, penggunaan berlebihan atau penggunaan jangka panjang mungkin bisa menimbulkan masalah, berpotensi meningkatkan tekanan darah dan merusak pengobatan anti-hipertensi.

Dekongestan non-stimulan tersedia dan mungkin sama efektifnya dalam mengobati kondisi hidung tertentu.

Baca juga: 3 Obat Demam yang Bisa Dibeli Tanpa Resep, Mana yang Terbaik?

4. Obat pilek dan flu multi-gejala

Toko obat biasanya menjual lusinan jenis pil, sirup, dan tablet yang dirancang untuk meredakan gejala pilek dan flu.

Meskipun masing-masing memiliki formulasi yang berbeda, obat-obatan ini sebagian besar terdiri dari bahan yang sama atau serupa.

Beberapa pengobatan multi-gejala mengandung dekongestan dan penekan batuk untuk membantu membersihkan saluran hidung dan memudahkan pernapasan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.