Kompas.com - 09/09/2021, 21:03 WIB

KOMPAS.com - Batuk berkepanjangan atau batuk kronis adalah gejala umum dengan banyak kemungkinan penyebab.

Batuk berkepanjangan secara umum dapat didefinisikan sebagai batuk yang berlangsung selama delapan minggu atau lebih.

Jenis batuk yang terjadi bisa batuk kering maupun batuk berdahak (batuk produktif).

Baca juga: 12 Obat Batuk Herbal dari Bahan Makanan Rumahan

Batuk berkepanjangan yang pasti seringkali dapat membuat penderitanya menderita.

Efek mengganggu dari batuk berkepanjangan, seperti kurang tidur, nyeri otot dada, dan urine bocor bagaimanapun bisa memengaruhi kualitas hidup dan mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya.

Jika menderita batuk berlarut-larut atau persisten, Anda sangat wajar jika kemudian bertanya-tanya apakah hal itu bisa menjadi sesuatu yang lebih buruk daripada pilek atau alergi.

Berikut ini adalah banyak kemungkinan penyebab batuk berkepanjangan yang bisa terjadi:

1. Postnasal drip

Dilansir dari Very Well Health, postnasal drip dari hay fever (rhinitis alergi), infeksi sinus, polip hidung adalah penyebab paling umum dari batuk kronis.

Hay fever adalah peradangan yang terjadi pada rongga hidung akibat reaksi alergi.

Dengan rhinitis alergi musiman, Anda mungkin bisa mencatat pola batuk.

Tetapi, penyebab alergi sepanjang tahun mungkin tidak akan menunjukkan pola.

2. Asma

Meskipun penderita asma sering memiliki gejala lain, seperti mengi dan sesak napas, pada beberapa penderita asma, batuk adalah satu-satunya gejala (batuk-varian asma).

Baca juga: 12 Gejala Asma pada Anak yang Perlu Diwaspadai

3. Refluks asam lambung

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah penyebab paling umum ketiga dari batuk kronis dan sering diabaikan.

Bagi sebagian orang, gejala khas refluks asam lambung seperti heartburn mungkin tidak terjadi, dan satu-satunya gejala mungkin adalah batuk berkepanjangan.

Batuk karena GERD biasanya lebih buruk di malam hari setelah berbaring di tempat tidur.

4. Bronkitis eosinofilik

Meskipun banyak orang belum pernah mendengar tentang bronkitis eosinofilik, kondisi ini adalah salah satu dari empat penyebab utama batuk kronis pada orang dewasa.

Bronkitis eosinofilik mirip dengan asma dalam beberapa hal berdasarkan jenis sel kekebalan yang terdampak.

Diagnosis bronkitis eosinofilik bisa agak sulit karena tes fungsi paru biasanya normal, tetapi kondisi ini biasanya merespons steroid inhalasi.

Baca juga: 5 Beda Asma dan Bronkitis yang Perlu Diketahui

5. Merokok

Sayangnya, seringkali sulit untuk membedakan batuk perokok dari batuk karena kondisi lain seperti kanker paru-paru.

6. Infeksi

Batuk berkepanjangan mungkin merupakan batuk rejan yang menetap (pertusis).

Anak-anak yang telah diimunisasi mungkin masih menderita batuk rejan dan insiden pada orang dewasa meningkat.

Di seluruh dunia, gejala umum tuberkulosis adalah batuk kronis.

7. Efek samping obat-obatan

Studi telah melaporkan bahwa orang yang diobati dengan obat-obatan jenis ACE inhibitor cenderung akan mengembangkan batuk kronis.

ACE inhibitor merupakan obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan gagal jantung.

Contoh ACE inhibitor termasuk Vasotec (enalapril) dan Zestril (lisinopril).

Baca juga: Bagaimana Darah Tinggi Bisa Memengaruhi Kesuburan, Kehamilan, dan Pascamelahirkan?

8. Sindrom batuk saluran napas atas

Batuk pasca infeksi kadang-kadang dapat bertahan selama berminggu-minggu setelah infeksi saluran pernapasan atas.

9. Bronkitis kronis

Bronkitis kronis adalah bentuk penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yang sering terjadi pada orang yang merokok, tetapi mungkin juga terkait dengan paparan lingkungan dan faktor lainnya.

10. Kanker paru-paru

Kanker paru-paru bisa juga menjadi penyebab batuk berkepanjangan.

Tapi angka kejadian batuk terus-manerus yang disebabkan oleh kanker paru-paru terbilang kecil.

Baca juga: 9 Komplikasi Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Sayangnya, karakteristik batuk yang berhubungan dengan kanker paru-paru bisa sulit dibedakan dari batuk karena penyebab lain.

Di sisi lain, sekitar 57 persen penderita kanker paru-paru mengalami batuk.

11. Tumor paru-paru jinak dan ganas lainnya

Batuk kronis dapat terjadi karena tumor lain di dada seperti limfoma.

Batuk terus-menerus juga dapat terjadi karena metastasis paru-paru dari kanker lain seperti kanker payudara, kanker usus besar, kanker kandung kemih, dan kanker prostat.

12. Penyakit paru-paru lainnya

Penyakit paru-paru sepert emfisema, bronkiektasis, dan sarkoidosis adalah kondisi medis yang bisa menjadi penyebab batuk berkepanjangan.

13. Infeksi jamur

Kondisi infeksi jamur seperti coccidiomycosis, histoplasmosis, dan tuberkulosis dapat menjadi penyebab batuk terus-menerus.

14 Sarkoidosis

Dilansir dari Medical News Today, sarkoidosis adalah penyakit yang kurang dipahami, di mana granuloma (sel-sel radang yang menumpuk) terbentuk di seluruh tubuh termasuk paru-paru.

Kondisi ini biasanya menyebabkan batuk kering.

Baca juga: Kapan Harus ke Dokter Ketika Batuk?

15. Menghirup benda asing

Tersedak daging, pil, atau benda lain dapat menyebabkan batuk tanpa henti, biasanya tiba-tiba.

Pengecualian mungkin dengan benda-benda kecil yang bersarang di bronkus yang lebih kecil.

Batuk akibat aspirasi benda asing mungkin diduga karena infeksi virus tetapi berlangsung lebih lama dari biasanya.

Kadang-kadang bronkoskopi diperlukan untuk mengungkapkan benda asing yang lebih kecil.

16. Gagal jantung

Melansir Health Line, penumpukan cairan di paru-paru yang disebabkan oleh gagal jantung dapat menyebabkan batuk terus-menerus atau mengi.

Lendir yang diwarnai darah dapat diproduksi saat batuk akibat gagal jantung.

Baca juga: 4 Tahap Gagal Jantung yang Perlu Diperhatikan

17. Paru-paru kolaps

Pneumotoraks (paru-paru kolaps) dapat menyebabkan batuk terus-menerus yang sering dimulai secara tiba-tiba.

Selain batuk, orang mungkin mengalami sesak napas serta sensasi memiliki bungkus gelembung di bawah kulit dada dan leher.

Untuk diperhatikan, mungkin masih ada lebih banyak penyebab batuk berkepanjangan yang bisa terjadi.

Meski demikian, Anda tidak perlu terlalu khawatir jika mengalami batuk persisten.

Pasalnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan gejala batuk tak kunjung hilang Anda.

Jadi sebaiknya jangan ragu untuk dapat berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami batuk berkepanjangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.