Kompas.com - 06/10/2021, 18:04 WIB

KOMPAS.com – Diabetes tipe 2 pada anak adalah penyakit kronis yang memengaruhi cara tubuh anak dalam memproses gula (glukosa).

Tanpa pengobatan, gangguan kesehatan ini bisa menyebabkan gula menumpuk dalam darah yang dapat menyebabkan konsekuensi jangka panjang serius pada diri anak.

Seperti diketahui, diabetes tipe 2 kini menjadi lebih umum terjadi pada anak-anak. Kondisi ini didorong oleh epidemi obesitas.

Baca juga: 10 Gejala Diabetes Tipe 1 pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Mengenal gejala diabetes tipe 2 pada anak-anak sedini mungkin diharapkan bisa membantu mereka untuk dapat mengendalikan penyakit dan menghindarkan komplikasi berbahaya.

Gejala diabetes tipe 2 pada anak-anak

Gejala diabetes tipe 2 tidak selalu mudah dikenali.

Dalam kebanyakan kasus, penyakit ini berkembang secara bertahap, membuat gejalanya sulit dideteksi.

Banyak orang bahkan tidak merasakan gejala apa pun padahal sudah memiliki diabetes tipe 2.

Dalam kasus lain, anak-anak mungkin tidak menunjukkannya.

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa dicurigai seagai gejala diabetes tipe 2 pada anak-anak:

1. Kelelahan yang berlebihan

Melansir Health Line, jika anak Anda tampak sangat lelah atau mengantuk, perubahan kadar gula darah dapat memengaruhi tingkat energi mereka.

Baca juga: 9 Gejala Awal Diabetes Tipe 2 yang Perlu Diwaspadai

2. Sering buang air kecil

Kadar gula yang berlebihan dalam aliran darah dapat menyebabkan gula yang berlebihan masuk ke dalam urine, yang diikuti oleh air.

Hal ini mungkin dapat membuat anak Anda sering berlari ke kamar mandi untuk buang air kecil.

3. Rasa haus yang berlebihan

Anak-anak yang memiliki rasa haus yang berlebihan mungkin memiliki kadar gula darah yang tinggi.

Kelebihan gula yang menumpuk di aliran darah anak Anda bisa menarik cairan dari jaringan.

Akibatnya, anak Anda mungkin merasa haus, kemudian minum dan buang air kecil lebih dari biasanya.

Baca juga: 6 Komplikasi Diabetes Tipe 2 yang Perlu Diwaspadai

4. Rasa lapar meningkat

Anak-anak dengan diabetes tidak memiliki cukup insulin untuk menyediakan bahan bakar bagi sel-sel tubuh mereka.

Makanan menjadi sumber energi terbaik berikutnya, sehingga anak-anak mungkin lebih sering mengalami rasa lapar.

Kondisi ini dikenal sebagai polifagia atau hiperfagia.

5. Penyembuhan luka lambat

Luka atau infeksi yang resisten terhadap penyembuhan atau lambat sembuh mungkin menjadi tanda atau gejaa diabetes tipe 2.

6. Kulit jadi gelap

Resistensi insulin dapat menyebabkan kulit menjadi gelap, paling sering di ketiak dan leher.

Jika anak Anda menderita diabetes tipe 2, Anda mungkin melihat area kulit yang gelap. Kondisi ini disebut akantosis nigrikans.

7. Penglihatan kabur

Melansir Mayo Clinic, jika kadar gula darah anak Anda terlalu tinggi, cairan dapat ditarik dari lensa mata anak Anda.

Kondisi ini dapat membuat anak Anda tidak dapat melihat dengan jelas.

Baca juga: Bagaimana Diabetes Bisa Sebabkan Kebutaan?

8. Berat badan turun

Tanpa energi yang disuplai gula, jaringan otot dan simpanan lemak akan menyusut.

Namun, penurunan berat badan kurang umum pada anak-anak dengan diabetes tipe 2 dibandingkan pada anak-anak dengan diabetes tipe 1.

Kapan harus ke dokter?

Sebaiknya temui dokter anak Anda jika Anda melihat salah satu tanda atau gejala diabetes tipe 2 pada anak-anak.

Dokter dapat membantu Anda memastikan kondisi anak Anda.

Seperti diketahui, tanpa terdiagnosis, penyakit diabetes tipe 2 dapat menyebabkan kerusakan serius.

Baca juga: 12 Cara Mencegah Komplikasi Diabetes yang Berbahaya

Melansir WebMD, diabetes tipe 2 dapat memengaruhi hampir setiap organ utama dalam tubuh anak-anak Anda.

Ini termasuk:

  • Pembuluh darah
  • Saraf
  • Mata
  • Ginjal

Skrining diabetes pun direkomendasikan untuk anak-anak yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas.

Skrining ini setidaknya disarankan untuk anak-anak ketika mulai memasuki masa pubertas atau setidaknya berusia 10 tahun dan memiliki setidaknya satu faktor risiko lain untuk diabetes tipe 2.

Faktor risiko penyebab diabetes tipe 2 pada anak-anak lainnya, termasuk:

  • Memiliki riwayat keluarga diabetes
  • Termasuk ras non-kulit putih
  • Memiliki tanda-tanda resistensi insulin, seperti bercak kulit gelap di leher atau ketiak

Baca juga: Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Gangguan Ingatan?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.