Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/12/2022, 10:30 WIB

KOMPAS.com - Kerusakan tulang adalah salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi. Penyebab kerusakan tulang bisa berasal dari kecelakaan kendaraan, olahraga, atau lainnya.

Jenis kerusakan tulang yang paling sering terjadi adalah patah tulang atau dikenal dengan istilah medis fraktur.

Dilansir dari ClevelandClinic, jutaan orang mengalami patah tulang setiap tahun. 

Banyak kondisi yang bisa meningkatkan risiko patah tulang, seperti cedera saat berlari, mengangkat beban besar, dan pola makan tidak bergizi.

Baca juga: 5 Fungsi Tulang dan Cara Menjaga Kesehatannya

Tanda-tanda kerusakan tulang

Dilansir dari NHS dan WebMD, tanda-tanda kerusakan tulang paling umum adalah:

  • Rasa nyeri, biasanya memburuk saat area tersebut digerakkan atau ditekan
  • Pembengkakan
  • Perubahan bentuk (deformitas) pada area tulang yang rusak, biasanya merupakan tanda kerusakan tulang parah
  • Terdengar atau terasa bunyi jentikan pada tulang saat cedera
  • Tulang yang cedera tidak mampu menahan beban
  • Tulangyang cedera tidak berfungsi
  • Pada fraktur terbuka, tulang terlihat menonjol ke luar dari kulit

Baca juga: Tanda-tanda Penyakit Tulang Menyerang yang Harus Diwaspadai


Penderita kerusakan tulang kemungkinan juga bisa pingsan, pusing, atau tidak enak badan karena syok akibat patah tulang.

Jika kerusakan tulang yang terjadi kecil atau hanya berupa retakan, Anda mungkin tidak terlalu merasakan sakit. Bahkan, mungkin Anda tidak menyadari bahwa Anda memiliki kerusakan tulang.

Dengan kata lain, terkadang kerusakan tulang sulit untuk disadari, apabila tidak muncul tanda yang mencolok.

Baca juga: Macam-macam Nutrisi yang Dibutuhkan untuk Kesehatan Tulang

Diagnosis kerusakan tulang

Dilansir dari Cleveland Clinic, diagnosis kerusakan tulang bisa dilakukan di ruang gawat darurat, jika telah terjadi kecelakaan.

Jika Anda dibawa ke UGD, petugas medis akan menstabilkan dan merawat cedera Anda sesuai tingkat keparahannya, terutama jika ada kondisi yang mengancam jiwa.

Setelah kondisi Anda stabil, tenaga kesehatan biasanya memberikan tes pencitraan untuk melihat ada tidaknya kerusakan tulang.

Beberapa tes pencitraan untuk mendiagnosis kerusakan tulang, yaitu:

Baca juga: 11 Cara Menjaga Kesehatan Tulang agar Terhindar dari Penyakit

  • Pemindaian sinar-X: untuk memastikan adanya patah tulang dan menunjukkan seberapa parah kerusakan tulang Anda.
  • Tes Pencitraan Resonansi Magnetik (MRI): untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang kerusakan tulang dan area di sekitarnya. MRI juga akan menunjukkan jaringan seperti tulang rawan dan ligamen di sekitar tulang yang rusak.
  • Tes CT scan: untuk memberikan gambaran yang lebih rinci dari pada sinar-X tentang kondisi tulang Anda dan jaringan di sekitarnya.
  • Pemindaian tulang: menemukan patah tulang yang tidak terlihat pada sinar-X. Pemindaian ini memakan waktu lebih lama, tetapi dapat membantu menemukan beberapa patah tulang.

Jika Anda merasakan beberapa tanda-tanda kerusakan tulang di atas, segera konsultasikan ke dokter. Jangan sampai terlambat agar dampak kerusakan tulang ini tidak menimbulkan kecacatan permanen. 

Baca juga: Tanda-tanda Kanker Tulang yang Harus Diwaspadai

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+