KOMPAS.com - Orang dengan down syndrome memiliki risiko lebih tinggi mengembangkan beberapa masalah kesehatan sejak lahir. Risiko ini dikenal dengan komplikasi down syndome.
Dilansir dari Mayo Clinic, down syndrome adalah kelainan kromosom genetik yang paling umum.
Tanda-tanda down syndrome bisa bervariasi pada setiap individu, bergantung pada tingkat keparahannya.
Baca juga: Apakah Down Syndrome Bisa Sembuh?
Penyebab down syndrome berasal dari kelainan genetik menyebabkan kecacatan intelektual seumur hidup dan keterlambatan perkembangan.
Masalah kesehatan terkait komplikasi down syndrome bisa semakin menonjol seiring bertambahnya usia. Berikut ulasan ringkas berbagai risiko masalah kesehatan ini.
Baca juga: Penyebab Down Syndrome dan Faktor Risikonya
Dikutip dari Everyday Health, berikut 7 komplikasi down syndrome yang umum terjadi pada penderita:
Komplikasi nomor satu bagi orang dengan down syndrome adalah terlahir dengan kelainan jantung.
Empat puluh tujuh persen orang dengan kelainan genetik ini dilahirkan dengan kelainan jantung.
Tingkat keparahan cacat dapat bervariasi, bisa berupa lubang kecil yang sembuh sendiri dari waktu ke waktu atau sesuatu yang lebih serius yang memerlukan operasi jantung terbuka.
Salinan kromosom 21 ekstra penuh atau sebagian pada penderita down syndrome bisa mengubah cara sel-sel otak berfungsi.
Bahan genetik ini membuat orang dengan down syndrome berisiko lebih tinggi terkena penyakit Alzheimer.
National Institute on Aging memperkirakan sekitar setengah dari orang dengan kelainan genetik ini mengalami demensia seiring bertambahnya usia. Biasanya saat mereka berusia 50-an atau 60-an tahun.
Baca juga: 14 Ciri-ciri Down Syndrome pada Bayi yang Dapat Dikenali
Penyakit tiroid yang umum dialami oleh orang dengan down syndrome adalah hipotiroidisme atau tiroid yang kurang aktif.
Penyakit tiroid ini memengaruhi orang dengan down syndrome sekitar 10 persen pada usia anak dan antara 13-50 persen pada usia dewasa.
Gejala hipotiroidisme secara umum termasuk merasa lesu, mudah tersinggung, perubahan berat badan, dan kelelahan.