Kompas.com - 28/08/2021, 14:00 WIB

KOMPAS.com - Pusar adalah cekungan di tengah dinding perut bekas tempat tali pusar yang menghubungkan perut dengan ari-ari ketika bayi baru lahir.

Pusar kemudian jadi bagian tubuh di mana kuman bisa terperangkap dan berkembang biak.

Menumpuknya kuman di pusar dapat menyebabkan infeksi, yang kemudian membuat pusar menjadi berair.

Baca juga: Pusar Menonjol Selama Kehamilan Bisa Jadi Gejala Penyakit

Cairan yang keluar dapat bervariasi, bisa berwarna putih, kuning, coklat, atau bahkan berdarah.

Cairan tersebut umumnya memiliki bau yang tidak sedap.

Penyebab

Ada beberapa penyebab umum yang membuat pusar berair, di antaranya:

  • Infeksi bakteri atau jamur

Jarang membersihkan pusar dapat membuat bakteri berbahaya mengalahkan bakteri yang bermanfaat dan menyebabkan infeksi.

Menurut PLOS One, pusar rata-rata mengandung 67 jenis bakteri yang berbeda, beberapa berbahaya dan beberapa bermanfaat.

Faktor risiko umum untuk infeksi bakteri adalah melalui tindik pusar.

Luka terbuka seperti tindik adalah cara ideal bagi bakteri untuk masuk ke bawah kulit dan menyebabkan infeksi.

  • Operasi

Beberapa operasi perut, seperti perbaikan hernia, terkadang membuat akan membuat nanah mengalir dari pusar.

Apabila kondisi ini terjadi, segera hubungi layanan kesehatan.

Baca juga: WHO Sarankan Tunggu Semenit untuk Potong Tali Pusar Bayi Prematur

  • Kista

Ketika kista terinfeksi dan bocor, cairan kental berwarna putih hingga kuning akan keluar.

Kotoran akan berbau busuk, dan kista itu sendiri bisa bengkak, berubah kemerahan, dan membuat nyeri.

  • Diabetes

Kondisi seperti diabetes dapat membuat seseorang berisiko mengalami keluarnya cairan dari pusar pada waktu-waktu tertentu.

Diagnosis

Penting bagi orang yang mengalami pusar berair untuk menemui dokter.

Keluarnya cairan dari pusar yang disebabkan oleh infeksi perlu dianalisis oleh dokter sesegera mungkin.

Melansir Healthline, tanda-tanda infeksi di antaranya:

  • Demam
  • Nyeri atau kesulitan buang air kecil
  • Otot perut sakit
  • Kemerahan di area pusar
  • Kelembutan di dekat pusar

Bahkan jika penyebabnya diketahui, diagnosis yang tepat sangat penting untuk mengobati pusar berair.

Baca juga: Seri Baru Jadi Ortu: Pusar Bayi Baru Lahir Harus Ditempel Koin?

Mendiagnosis pusar berair melibatkan pemeriksaan fisik, dokter akan menilai kondisi gejala yang dimiliki pengidap.

Dalam beberapa kondisi,  dokter akan mengambil sampel cairan atau sel-sel kulit dari pusar untuk dianalisis lebih lanjut.

Perawatan

Penyebab pusar berair akan menentukan pengobatan yang tepat.

Melansir Medical news today, ada beberapa pengobatan karena infeksi dan kista yang umum dilakukan, di antaranya:

  • Pengobatan Infeksi

Jaga agar kulit pusar tetap bersih dan kering.

Gunakan bubuk atau krim antijamur untuk membersihkan infeksi jamur.

Untuk infeksi bakteri, dokter akan merekomendasikan penggunaan salep antibiotik.

Beberapa infeksi mungkin memerlukan pengobatan antibiotik oral, sayatan dan drainase kista, atau keduanya.

Jika menderita diabetes, konsultasikan dengan ahli endokrin untuk memastikan gula darah aman.

Baca juga: Misteri Tubuh Manusia: 5 Rahasia Pusar yang Mungkin Tidak Anda Tahu

  • Pengobatan Kista

Pengobatan karena kista biasanya lebih kompleks.

Langkah pertama adalah mengobati infeksi itu sendiri, biasanya dengan antibiotik.

Kista kemungkinan juga perlu dikeringkan sepenuhnya.

Karena kista biasanya dapat kembali kecuali akarnya dihilangkan, dokter biasanya merekomendasikan operasi laparoskopi atau laser untuk mengangkat seluruh kista.

Pencegahan

Melansir Healthline, Untuk menjaga pusar Anda tetap sehat dan untuk membantu mencegah infeksi:

  • Bersihkan pusar setiap hari dengan sabun antibakteri ringan dan air
  • Setelah mandi, keringkan bagian dalam pusar sepenuhnya
  • Jangan memasukkan krim atau pelembap apa pun ke dalam pusar
  • Hindari pakaian ketat, yang dapat mengiritasi pusar
  • Hindari menindik pusar

Kondisi pusar berair harus selalu didiagnosis oleh dokter.

Penyembuhan untuk setiap kasus pusar berair tergantung pada seberapa baik rencana perawatan diikuti seberapa baik pengidap merawat pusarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.