Kompas.com - 04/09/2021, 15:00 WIB
ilustrasi Cat scratch disease ilustrasi Cat scratch disease

KOMPAS.com - Cat scratch disease (CSD) merupakan penyakit akibat tertular kucing yang terinfeksi bakteri Bartonella henselae melalui cakaran atau gigitan.

Bakteri ini menjadi salah satu bakteri paling umum dan diperkirakan sekitar 40 persen kucing di dunia terinfeksi bakteri ini.

Baca juga: Apakah Gigitan Kucing Berbahaya bagi Kesehatan?

Penyebab

Kucing dapat terinfeksi bakteri Bartonella henselae akibat tertular kucing lain, atau menggigit kutu yang terinfeksi.

Perlu Anda ketahui bahwa CSD pada manusia hanya bisa ditularkan dari hewan atau kucing itu sendiri.

Oleh karena itu, penyakit ini akan lebih umum terjadi pada orang yang memelihara atau bersinggungan dengan kucing setiap hari.

Menurut Emedicine, sebagian besar kasus CSD terjadi setelah tercakar, tergigit, atau terjilat kucing liar, terutama anak kucing. Air liur kucing yang terinfeksi dapat menjadi penyebab dari penyakit ini.

Faktor risiko

Penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja yang berinteraksi dengan kucing yang terinfeksi. Melansir Healthline, Anda memiliki peningkatan risiko CSD lebih serius jika memiliki faktor sebagai berikut:

  • Sedang hamil
  • Sistem kekebalan yang lemah
  • Kondisi medis seperti riwayat transplantasi organ, kanker, diabetes, HIV atau AIDS
  • Memiliki atau bermain dengan kucing
  • Membiarkan kucing menjilat luka di kulit Anda
  • Tidak menjaga kebersihan kandang kucing atau lingkungan sekitar Anda secara keseluruhan

Baca juga: Waspadai, Cakaran dan Gigitan Kucing Bisa Sebabkan Infeksi Berbahaya

Gejala

Pada umumnya, gejala awal CSD dapat berupa munculnya benjolan yang melepuh pada kulit di tempat infeksi dan seringkali mengandung nanah.

Benjolan tersebut akan membengkak setelah 3 sampai 10 hari yang menandakan adanya bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

Berdasarkan Healthline,berikut tanda-tanda atau gejala lain dari kondisi CSD yang perlu Anda waspadai, antara lain:

  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Pegal-pegal
  • Kehilangan selera makan
  • Penurunan berat badan
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit punggung
  • Panas dingin
  • Sakit perut
  • Nyeri sendi
  • Demam ringan
  • Mual dan muntah

Jika Anda mengalami gejala seperti demam berkepanjangan, berkeringat saat tidur, berat badan yang terus menurun, atau terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di tempat gigitan dan cakaran, segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Kenali Bahaya dan Gejala Infeksi Gigitan Kutu Kucing pada Manusia

Diagnosis

Penyebab dan gejala dari CSD menjadi salah satu kondisi yang sulit dikenali.

Oleh karena itu, menurut Healthline, untuk mendapatkan hasil yang akurat, kemungkinan dokter Anda akan melakukan beberapa pemeriksaan CSD sebagai berikut:

  • Pemeriksaan fisik
  • Tes darah
  • Polymerase Chain Reaction (PCR), untuk mendeteksi bakteri
  • Biopsi kelenjar limfa yang berkaitan

Komplikasi

Meski jarang, CSD dapat menyebabkan orang mengalami komplikasi serius seperti masalah pada otak, mata, jantung, atau organ dalam lainnya.

Melansir Healthline, berikut beberapa kemungkinan komplikasi CSD:

  • Ensefalopati, penyakit otak yang terjadi ketika bakteri menyebar ke otak
  • Neuroretinitis, peradangan pada saraf optik dan retina yang menyebabkan penglihatan kabur akibat cakaran kucing menyebar ke mata
  • Osteomielitis, infeksi bakteri pada tulang yang dapat menyebabkan kerusakan tulang
  • Parinaud oculoglandular syndrome atau infeksi mata

Perawatan

Pada umumnya, infeksi akan hilang dalam satu hingga dua minggu dengan sendirinya.

Baca juga: Benarkah Ibu Hamil Tak Boleh Pelihara Kucing?

Akan tetapi, melansir Healthline, untuk penderita yang memiliki sistem imun tubuh yang tidak bekerja dengan baik, maka dapat melakukan penanganan sebagai berikut:

  • Pemberian antibiotik resep dokter
  • Istirahat hingga demam turun dan energi kembali
  • Konsumsi lebih banyak cairan
  • Gunakan kompresan panas pada luka cakaran
  • Perhatikan luka cakaran untuk tanda-tanda infeksi

Pencegahan

Berdasarkan CDC, berikut cara yang dapat Anda lakukan untuk menghindari kondisi cat scratch disease, yaitu:

  • Segera cuci bekas gigitan atau cakaran kucing
  • Cuci tangan setelah bermain dengan kucing Anda
  • Hindari bermain kasar dengan hewan peliharaan
  • Jangan biarkan kucing menjilati luka Anda yang terbuka
  • Hindari menyentuh kucing liar
  • Lindungi kesehatan kucing Anda
  • Cegah kucing peliharaan Anda berkelahi dengan hewan yang berpotensi terinfeksi
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Coxsackie
Coxsackie
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.