Kompas.com - 06/09/2021, 17:00 WIB

KOMPAS.com - Bibir bersisik atau dalam dunia medis dikenal dengan actinic cheilitis (AC) adalah peradangan bibir yang disebabkan oleh paparan sinar matahari jangka panjang.

Bibir bersisik ditandai dengan bibir pecah-pecah, kemudian berubah menjadi putih atau bersisik.

Penyakit ini umumnya terjadi pada orang di atas usia 40 tahun dan lebih sering terjadi pada pria ketimbang perempuan.

Baca juga: 7 Cara Melembabkan Bibir Kering Secara Alami

Penyebab

Paparan sinar UV yang berlebihan dapat merusak DNA sel bibir dan menyebabkan kelainan.

Actinic cheilitis terjadi ketika kelainan ini menyebabkan bercak kering dan bersisik terbentuk di tepi bibir.

Melansir Medical news today, ada beberapa penyebab umum dari bibir bersisik dan faktor risiko untuk kondisi tersebut, di antaranya:

  • Paparan sinar matahari kronis
  • Sunburn kronis
  • Jenis kelamin, pria tiga kali lebih berisiko daripada perempuan
  • Lingkungan tropis, subtropis, atau gurun
  • Pekerjaan yang melibatkan berada di luar ruangan
  • Merokok
  • Usia di atas 40 tahun
  • Prurigo aktinik, yakni kondisi langka yang menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif terhadap kerusakan akibat sinar matahari
  • Penggunaan alkohol berlebihan
  • Human papillomavirus onkogenik, virus yang menyebabkan kutil 
  • Gangguan kekebalan atau obat penekan kekebalan
  • Bibir bawah yang terbalik

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Bibir Kering Secara Alami

Gejala

Selain perubahan fisik pada bibir, gejala umum dari bibir bersisik meliputi:

  • Bibir kering
  • Plak bersisik atau lesi seperti keropeng
  • Tambalan kulit yang tipis dan halus
  • Hilangnya demarkasi antara bibir bawah dan kulit di sekitarnya
  • Peradangan
  • Nyeri
  • Bibir pecah-pecah atau kerusakan dan pemisahan kulit
  • Leukokeratosis atau bercak bersisik putih
  • Perubahan warna
  • Lipatan atau garis bibir yang lebih terlihat atau menonjol
  • Kulit kencang dan keriput

Komplikasi

Selain gejala di atas dan perubahan fisik, bibir bersisik dapat meningkatkan risiko mengembangkan kondisi kesehatan yang lebih serius.

Bibir bersisik sebenarnya dianggap prakanker karena sel-sel yang bermutasi tidak normal tetapi belum bersifat kanker.

Namun, sel-sel abnormal biasanya lebih rentan terhadap kerusakan lebih lanjut daripada sel-sel sehat.

Ketika sel-sel abnormal rusak, kemungkinan lebih banyak mutasi dan perkembangan sel kanker sangat meningkat.

Baca juga: 4 Cara Alami Melembapkan Bibir Kering

Potensi komplikasi dari bibir bersisik meliputi:

  • Karsinoma sel skuamosa invasif
  • Karsinoma intraepidermal, juga dikenal sebagai penyakit Bowen

Diagnosis

Siapa pun dengan gejala bibir bersisik disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk menyingkirkan komplikasi tambahan.

Kendati bibir bersisik biasanya relatif tidak berbahaya, tetapi beberapa gejala dianggap sebagai tanda peringatan kanker kulit.

Temui dokter jika bibir bersisik disertai gejala yang terkait dengan kanker kulit seperti:

  • Rasa sakit yang ekstrem
  • Maag yang tidak kunjung sembuh
  • Tambalan kulit yang terangkat terus membesar

Bibir bersisik umumnya didiagnosis secara klinis.

Pada diagnosis bibir bersisik yang diduga kanker, maka dibutuhkan biopsi kulit.

Prosedur ini melibatkan pengangkatan sel dari daerah yang terinfeksi untuk pemeriksaan mikroskopis.

Perawatan

Terdapat beberapa obat resep yang digunakan untuk pengobatan bibir bersisik. Dalam kasus yang parah, jaringan yang terkena mungkin perlu diangkat.

Baca juga: Mengatasi Bibir Kering dan Mengelupas

Opsi lanjutan meliputi:

  • Ablasi laser, laser akan menghilangkan lapisan luar kulit yang rusak akibat sinar matahari
  • Cryotherapy, membuat bagian kulit yang terkena dibekukan
  • Vermilionektomi, lapisan luar bibir diangkat melalui pembedahan
  • Elektrokauter, menggunakan arus listrik untuk menghilangkan tambalan yang tidak normal

Pencegahan

Menjauh dari paparan sinar matahari, terutama di siang hari adalah pencegahan terbaik untuk bibir bersisik.

Jika tidak dapat menghindari paparan sinar matahari jangka panjang, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah bibir bersisik, di antaranya:

  • Kenakan topi dengan pinggiran lebar
  • Gunakan lip balm dengan SPF minimal 15, pakailah sebelum beraktivitas dan sering-sering mengoleskannya kembali.
  • Berteduh dari matahari memungkinkan
  • Hindari berada di luar pada tengah hari.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.