Kompas.com - 08/10/2021, 21:00 WIB

KOMPAS.com - Rabun dekat adalah kondisi ketika mata kesulitan untuk fokus pada objek yang dekat.

Dalam istilah medis, rabun dekat disebut dengan hipermetropi.

Jika memiliki kondisi ini, mata Anda akan lebih mudah fokus atau jelas dalam melihat objek yang berada di kejauhan. Sedangkan, objek yang dekat akan terlihat kabur dan buram.

Baca juga: 6 Cara Jaga Kesehatan Mata Ketika Terlalu Lama Main Game di Gadget

Penyebab

Mengutip WebMD, rabun dekat dapat disebabkan oleh kondisi mata itu sendiri, seperti:

  • Kornea yang rata atau tidak normal
  • Bola mata lebih pendek
  • Kelemahan mata untuk fokus

Hal tersebut menyebabkan cahaya yang masuk ke mata tidak terfokus ke tempat yang semestinya yaitu retina, tetapi terfokus ke belakangnya.

Gejala

Jika memiliki rabun dekat, mata Anda harus bekerja keras untuk melihat sesuatu dari dekat.

Berdasarkan Healthine, mata rabun dekat memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Penglihatan kabur untuk melihat objek dari dekat
  • Menyipitkan mata untuk melihat sesuatu lebih jelas
  • Sensasi sakit, tegang, atau terbakar di sekitar mata
  • Mata lelah atau sakit kepala setelah terlalu lama fokus melihat pada jarak dekat, seperti membaca atau menulis

Diagnosis

Melansir Healthline, terdapat jenis-jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk melakukan diagnosis dan memastikan tingkat rabun dekat Anda, meliputi:

Baca juga: Benarkah Membaca Sambil Tiduran Berbahaya untuk Mata?

  • Pemeriksaan mata dasar
  • Tes ketajaman penglihatan, Anda akan diminta untuk melihat objek dari jarak yang berbeda dengan grafik mata
  • Pemeriksaan retinoskopi, penggunaan obat tetes mata untuk melihat bagian dalam mata dengan lebih mudah
  • Koreksi penglihatan, Anda akan diminta untuk melihat melalui berbagai lensa agar dapat melihat objek dekat dengan jelas

Perawatan

Tujuan pengobatan hipermetropi atau rabun dekat adalah membantu memfokuskan cahaya ke retina.

Berdasarkan WebMD, terdapat jenis-jenis perawatan yang dapat dilakukan untuk membantu Anda dapat melihat objek yang dekat dengan jelas, yaitu:

  • Penggunaan kacamata dan lensa kontak, penderita hipermetropi menggunakan lensa korektif berjenis cembung atau positif (plus)
  • Operasi koreksi penglihatan (LASIK, LASEK, atau PRK), memulihkan mata secara permanen dan melepaskan ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak

Komplikasi

Menurut WebMD, rabun dekat yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasi seperti:

  • Mata malas
  • Mata yang tidak sejajar
  • Keterlambatan dalam pengembangan
  • Kesulitan untuk fokus dalam aktivitas sehari-hari

Baca juga: Inilah Jarak Aman Menonton TV Agar Tak Rusak Mata

Oleh karena itu, akan baik bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan mata secara teratur sebelum atau saat mengalami gejala rabun dekat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.