Kompas.com - 15/11/2021, 12:00 WIB

KOMPAS.com - Efusi perikardial adalah penumpukan cairan berlebih pada kantung yang melindungi jantung (perikardium).

Perikardium memiliki dua lapisan. Ruang antarlapisan biasanya berisi lapisan cairan tipis. Namun, jika perikardium sakit atau terluka, peradangan dapat menyebabkan kelebihan cairan.

Cairan juga dapat menumpuk di sekitar jantung tanpa peradangan, seperti dari pendarahan akibat trauma dada.

Baca juga: Perikarditis

Efusi perikardial menimbulkan tekanan pada jantung dan memengaruhi fungsi jantung. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan gagal jantung atau kematian.

Gejala

Banyak kasus saat penderita efusi perikardial ringan tidak memiliki gejala.

Kondisi baru diketahui saat rontgen dada, CT scan, atau ekokardiogram yang dilakukan dengan alasan lain.

Awalnya, perikardium dapat meregang untuk mengakomodasi penumpukan cairan. Itulah sebabnya gejala tidak timbul hingga sejumlah besar cairan terkumpul dari waktu ke waktu.

Gejala dapat terjadi akibat kompresi struktur di sekitarnya, seperti paru-paru, lambung, atau saraf frenikus (penghubung ke diafragma).

Gejala juga dapat terjadi akibat gagal jantung diastolik (kondisi jantung tidak dapat berelaksasi secara normal di antara setiap kontraksi akibat kompresi tambahan).

Gejala efusi perikardial termasuk:

  • tekanan atau nyeri dada
  • sesak napas (dispnea)
  • Ketidaknyamanan bernapas saat berbaring (ortopnea)
  • dada terasa sesak atau penuh
  • pembengkakan di kaki atau perut
  • mual
  • perut kenyang
  • kesulitan menelan.

Baca juga: 7 Gejala Peradangan Selaput Jantung (Perikarditis) dan Penyebabnya

Selain itu, gejala efusi perikardial yang menyebabkan tamponade jantung meliputi:

  • semburat biru pada bibir dan kulit
  • syok
  • perubahan status mental.

Tamponade jantung adalah kompresi jantung parah yang mengganggu efektivitas fungsi.

Jika diakibatkan oleh efusi perikardial, tamponade jantung dapat mengancam jiwa dan merupakan keadaan medis darurat.

Dibutuhkan drainase cairan dengan segera jika kondisi ini terjadi.

Penyebab

Sejumlah kondisi dapat menyebabkan kelebihan cairan dan peradangan pada kantung perikardial, seperti:

  • kanker (menyebar dari bagian tubuh lain atau dari jaringan jantung itu sendiri)
  • infeksi kantung perikardial, seperti akibat infeksi virus atau bakteri
  • peradangan kantung perikardial (misal, akibat serangan jantung)
  • cedera (termasuk akibat prosedur medis pada jantung)
  • masalah sistem kekebalan tubuh
  • gangguan metabolik, seperti gagal ginjal dengan uremia
  • reaksi terhadap obat-obatan tertentu
  • radiasi.

Diagnosis

Tes yang umumnya digunakan untuk mendiagnosis dan mengevaluasi efusi perikardial meliputi:

Baca juga: Apa Beda Nyeri Dada karena GERD dan Serangan Jantung?

  • rontgen dada
  • CT Scan
  • MRI jantung
  • ekokardiogram
  • perikardiosentesis

Perikardiosentesis adalah prosedur yang melibatkan jarum untuk mengeluarkan cairan dari perikardium.

Cairan kemudian diperiksa untuk menentukan penyebab efusi. Dokter umumnya menggunakan bantuan ekokardiografi dalam melakukan prosedur ini.

Perawatan

Perawatan untuk efusi perikardial bergantung pada jumlah cairan, kondisi yang mendasari, dan tingkat risiko penderita memiliki komplikasi tamponade jantung.

Jika tidak ada risiko atau ancaman langsung dari tamponade jantung, dokter mungkin akan meresepkan obat anti-inflamasi untuk mengurangi peradangan perikardium.

Selain itu, beberapa prosedur lain yang dapat dianjurkan kardiologis (ahli jantung) jika pengobatan tidak bekerja, yaitu:

  • operasi jantung terbuka: jika terdapat pendarahan ke perikardium, terutama jika sebelumnya melakukan operasi jantung atau akibat komplikasi lain, operasi jantung terbuka dapat mengeringkan perikardium dan memperbaiki kerusakan
  • membuka lapisannya: prosedurnya disebut perikardiotomi balon, menggunakan kateter yang dilapisi balon ke antara lapisan perikardium dan dipompa untuk meregangkannya
  • pengangkatan perikardium: operasi pengangkatan seluruh atau sebagian perikardium (perikardiektomi) umumnya dilakukan bagi penderita efusi perikardial berulang meski telah dilakukan drainase kateter

Baca juga: Gagal Jantung

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.